Breaking News:

Berita Tamiang

Lecehkan dan Doakan Wartawan Mati, Dua Netizen di Aceh Tamiang Dipolisikan

“Kedua akun ini secara jelas telah menghina pribadi saya, dan profesi saya sebagai wartawan,” kata Erwan.

For Serambinews.com
Erwan didampingi Ketua Balai Wartawan PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin bersalaman dengan petugas Polres Tamiang usai melaporkan dua akun FB yang dinilai telah menghina dan menebar kebencian terhadap profesi wartawan, Rabu (20/1/2021). 

“Kedua akun ini secara jelas telah menghina pribadi saya, dan profesi saya sebagai wartawan,” kata Erwan.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Seorang wartawan media online di Aceh Tamiang, Erwan melaporkan dua akun facebook ke polisi karena dinilai telah menghina dan menyebarkan kebencian terhadap tugas dan fungsi jurnalis.

Erwan didampingi sejumlah rekannya, termasuk Ketua BW PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin secara resmi melaporkan akun berinisial DS dan JO ke Polres Aceh Tamiang, Selasa (19/1/2021).

“Kedua akun ini secara jelas telah menghina pribadi saya, dan profesi saya sebagai wartawan,” kata Erwan, Rabu (20/1/2021).

Kasus ini bermula ketika Erwan membuat laporan tentang dua warga Aceh Tamiang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Bendungan Seumanyam Padang Tiji Jebol, Air Meluap ke Aliran Krueng Paloh

Link berita ini kemudian diposting Erwan di salah satu grup Facebook hingga menarik banyak komentar netizen.

Menurut Erwan, akun inisial DS dan JO telah menanggapi berita itu dengan sinis dan penuh kebencian. 

“Ini bisa dilihat dengan komentar mereka, misalnya DS terang-terang menulis ‘Semoga Yang Membuat Berita Tentang Corona Segera Dicabut Allah Nyawanya Agar Tidak Meresahkan Yang Lainnya,” kata Erwan.

Sementara akun JO dinilainya telah memberi komentar tidak beretika dan sangat keterlaluan. “Kalau saya sebutkan di sini, sangat tidak pantas. Tapi saya sudah menyimpan bukti tulisan keduanya,” ungkapnya.

Baca juga: HPBM Adakan Seminar Sosialisasi Era New Normal di Bener Meriah

Erwan menyerahkan persoalan ini pada pihak penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

“Saya selaku wartawan memiliki tugas dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, terlebih terkait kondisi pandemi Covid-19,” jelasnya lagi.

Laporan ini sendiri telah diterima oleh Aipda M Taufik yang bertugas di Unit Tipidter Satreksim Polres Aceh Tamiang. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved