Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Pendukung Trump Sebut Presiden Joe Biden Sebagai Boneka Partai Demokrat

Para pendukung Donald Trump kembali berulah saat Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Mathieu Lewis-Rolland
Anggota Boogaloo Boys berpose untuk fotografer di luar Gedung Kongres Oregon di Salem pada 17 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, OREGON - Para pendukung Donald Trump kembali berulah saat Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1/2021).

Dilaporkan, beberapa jam setelah pelantikan Joe Biden, ratusan orang berkumpul untuk sebuah acara di seluruh kota liberal Portland, Oregon.

Mereka bukan untuk merayakan, tetapi memobilisasi perjuangan yang akan datang.

Salah satu demonstrasi, para pembicara mencela Biden sebagai boneka tak beralasan dari kelompok sentris Partai Demokrat.

Di sisi lain, kerumunan pengunjuk rasa anti-fasis dan keadilan rasial membuat keraguan presiden baru semakin eksplisit, dengan membakar foto Biden di jalan.

Baca juga: Tim Trump Pecat Kepala Pelayan Gedung Putih, Tidak Ada Penyambutan Joe Biden Seusai Dilantik

Pada acara ketiga, beberapa orang mendobrak jendela kantor pusat Partai Demokrat Orgeon.

“Kami tidak dapat diatur,” spanduk kelompok itu menyatakan.

Biden telah berjanji mencoba menyatukan bangsa dan mendesak orang Amerika untuk menghentikan teriakan.

Setelah kampanye pemilihan yang pahit, kerusuhan Capitol dan kerusuhan atas ketidakadilan rasial dan pembatasan pandemi.

Agen-agen federal dengan pakaian kamuflase dan anti huru-hara bergerak ke jalan-jalan di Portland, melepaskan gas air mata.

Dilansir The New York Times, Sabtu (23/1/2021), Jika orang bertanya-tanya apakah kepresidenan Biden akan meredakan konflik.

Baca juga: Joe Biden Tegur Wartawan, Beri Aku Waktu Istirahat

Maka jawabannya, masa jabatannya menggambarkan tantangan menakutkan untuk menjembatani jurang yang masih ada di kedua sisi spektrum politik.

Perpecahan yang dipicu oleh Donald Trump selama masa kepresidenannya dan, ke kiri , diperburuk oleh tahun-tahun kelambanan atas perubahan iklim, kehancuran ekonomi dan rasisme sistemik.

Eric Schickler, wakil direktur Institute of Governmental Studies di University of California, Berkeley, mengatakan Biden melangkah ke Gedung Putih saat masih ada kritik tajam.

Sehingga pihak yang berlawanan masih memandang satu sama lain sebagai musuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved