Perbaiki Tanggul
TNI dan Warga Perbaiki Tanggul Antsipasi Abrasi Pemukiman Warga Aceh Utara
Alhamdulillah, kepedulian masyarakat setempat tinggi untuk turut serta bergotong royong dalam perbaikan ini, mudah-mudahan juga dalam menjaga lingkung
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zaki Mubarak I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Jebolnya tanggul sungai beberapa waktu lalu telah mengakibatkan banjir yang merendam pemukiman penduduk di 23 Kecamatan Wilayah di Aceh Utara.
Di antaranya tanggul sungai, di Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas.
Guna mengantisipasi ancaman banjir yang masih mengintai selama beberapa bulan ke depan, Danrem 011/Lilawangsa, Kol Inf Sumirating Baskoro, memerintahkan prajuritnya, personel TNI Koramil 10/Tanah Luas Kodim 0103/Aceh Utara untuk mengajak masyarakat, bergotong royong memperbaiki tanggul-tanggul yang rusak akibat diterjang aliran sungai yang sangat deras pada bulan tahun 2020 lalu.
Perbaikan tanggul penahan arus sungai, dengan memasang Bronjong kawat yang diisi batu dan Karung pasir, bantuan dari BWS (Badan Wilayah Sungai) I Sumatera melalui Korem 011/Lilawangsa, yang dipimpin oleh Kasiops Korem 011/LW Mayor Inf Andri Sagita Putra bersama prajurit TNI dan warga sudah berlangsung selama tiga hari pada Sabtu (23/01/2021).
Ditargetkan, perbaikan tanggul ini dapat diselesaikan dalam satu minggu ke depan, dengan bergotong royong bersama TNI dan masyarakat setempat, ungkapnya.
"Alhamdulillah, kepedulian masyarakat setempat tinggi untuk turut serta bergotong royong dalam perbaikan ini, mudah-mudahan juga dalam menjaga lingkungan dan melestarikan alam sekitar. Juga peran pemerintah daerah, melalui Dinas PUPR Kabupaten dan BPBD Aceh Utara dalam mendukung kegiatan sosial kemanusian yang saat ini berlangsung," terang Danrem Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dalam keterang tertulis, kepada Serambinews.com, Senin (25/1/2021).
Menurut Danrem, tanggul sungai Krung Pase di Desa Mancang, Kecamatan Samudera jebol.
Diperbaiki secara manual personel TNI Koramil 06/ Samudera Kodim 0103/Aceh Utara bersama warga masih dilakukan untuk meminimalisir luapan ke wilayah pemukiman penduduk.
“Perbaikansecara manual dengan menggunakan ratusan karung tanah, pemasangan Sandbag kerangka kawat, dan pipa,” jelasnya.
Baca juga: Stafnya Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Ini Tanggapan Ketua MAA Aceh Timur
Baca juga: Seorang Lagi Warga Positif Covid-19 di Nagan Raya Selesai Isolasi Mandiri, Kasus Nihil
Baca juga: Hari Ini dan Besok, Bus Listrik Masih Layani Jambotape – Lampulo
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto melalui Danramil 06/Samudera Kapten Inf Mulyanto mengatakan, pemasangan Sandbag secara manual dilakukan Babinsa dan warga dengan gotong royong bersama, katanya.
"Pekerjaannya manual, ada sekitar 300 karung berisi tanah, Alhamdulillah ada perhatian dari pimpinan Korem, Kodim dan masyarakat ada yang menyumbang, kemudian karung tanah disusun di bibir tanggul yang ambruk sebagai penanganan awal, pekerjaannya pun cepat selesai berbaur TNI dan warga, tadi Pukul 12.00 Wib sudah selesai semua," jelas Danramil 06/Samudera Kapten Inf Mulyanto.
Sebutnya, nanti pihaknya akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi tanggul jebol, karena kerap terjadi banjir akibat curah hujan hingga merendam rumah warga.
Menurut Kapten Inf Mulyanto, diketahui mayoritas mata pencarian warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara adalah petani. Apabila tanggul jebol dan tidak teratasi maka akan mengancam pertanian di wilayah tersebut.
Kegiatan gotong royong perbaikan tanggul turut dihadiri dan diikuti antara lain, Geucik Desa Nancang Abdulgani, tokoh masyarakat setempat H Sofian, dan Muhammad Ayi serta personel TNI Babinsa bersama puluhan warga Kecamatan Samudera.(*)