Produktivitas Padi
Turunnya Produktivitas Padi di Aceh Disebabkan Banyak Petani Abaikan Tekstur Tanah
Persoalan ini disampaikan Armand Lubis, PPL swadaya yang dilibatkan melatih petani menanam padi organik di Tanahterban, Aceh Tamiang.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Petani di Aceh umumnya mengabaikan tekstur tanah yang dijadikan lahan persawahan.
Padahal dengan mengenali karakter tanah, petani bisa mencapai produktivitas maksimal.
Pesan ini disampaikan Armand Lubis, PPL swadaya Karangbaru yang dilibatkan melatih petani menanam padi organik di Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (25/1/2021).
Pria yang baru selesai mengabdikan ilmunya di Qatar itu menjelaskan dalam satu hamparan sawah memiliki tekstur berbeda.
“Lihat ini berlumpur, di sebelahnya ada kandungan pasirnya. Ini sangat berpengaruh pada tanaman,” kata Armand saat mengambil sampel tanah dari dalam sawah.
Dua tumpukan tanah berbeda itu kemudian disiram air dan menunjukan reaksi berbeda. “Yang ada kandungan pasirnya lebih menahan air, satunya lagi tidak. Inilah yang menyebabkan tanaman subur atau tidak,” jelasnya.
Di hadapan para petani, Armand mengingatkan pentingnya pemahaman tekstur tanah ini karena menyangkut komposisi sawah.
Karena menurutnya meski dalam satu lahan memiliki unsur hara 58, namun ada satu unsur yang berbeda, yakni tanah liat silika.
“Empat unsur ini terdiri organik, debu, pasir, dan liat. Liat ini ada yang silika ada yang non silika, harus dibedakan lagi,” ujarnya.
Baca juga: VIDEO Istri Bawa Jenazah Suami Pakai Pikap, Tak Punya Uang Sewa Ambulan
Baca juga: VIDEO Main Tik Tok di Atap Gedung, Puluhan Remaja Dibubarkan oleh Satpol PP
Baca juga: Dua Residivis di Langsa Ini Tidak Kapok-kapok, Ditangkap Lagi Karena Edarkan Sabu-sabu
Baca juga: Pemerintah Tetapkan 222.876 Rumah Subsidi, Aceh Dapat Alokasi 3.300 Unit
Dijelaskannya, tanah liat non silika ini mengandung fe, alumunium dan mangan yang membuat unsur fosfor dan kalium terikat.
“Kalau fosfor dan kalium sudah terikat di tanaman sawah, maka menurunkan produksi tanaman padi,” jelasnya lagi.
Bila tekstur tanah ini sudah diketahui, Armand menganjurkan petani melakukan penanganan sesuai kondisi lahan.
Bila kasus lahan memiliki kandungan fosfor dan kalium, dia menyarankan untuk dilakukan pembersihan.
“Sesuaikan kondisi tekstur tanahanya, kita harus menurut kondisi yang ada di lahan. Lahan gambut lain lagi perlakuannya,” kata Armand seraya menyebut lahan di Tanahterban semi galung.
Baca juga: Warung Ini Tetap Buka Saat Banjir, Akhirnya Mendadak Ramai Kayak Lokasi Wisata
Baca juga: Jembatan Antardesa di Simpang Jernih Putus Diterjang Banjir
Baca juga: Tangkapi dan Pukuli Ribuan Demonstran, Eropa dan AS Kecam Rusia, Begini Jawaban Kremlin
Baca juga: Setelah Viral Dapat Kalung Emas dalam Perut Ikan, Kini Dapat Emas Dalam Es Batu di Kulkas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/armand-lubisz.jpg)