Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Jembatan Antardesa di Simpang Jernih Putus Diterjang Banjir

Akibat jembatan putus, warga yang hendak menyeberang terpaksa menggunakan sampan yang sangat berisiko.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan Desa Ranto Panjang, dengan Desa Pante Kera, dan menuju ke Pusat Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, putus akibat diterjang banjir yang melanda daerah itu, Rabu (20/1/2021) lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan Desa Ranto Panjang, dengan Desa Pante Kera, dan menuju ke Pusat Kecamatan Simpang Jernih, putus akibat diterjang banjir yang melanda daerah itu, Rabu (20/1/2021) lalu.

Pj Keuchik Ranto Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Burhanuddin, mengatakan arus sungai Simpang Jernih saat banjir Rabu lalu termasuk tinggi, hingga banyak sampah dan ranting kayu yang sangkut di jembatan.

"Karena banyak ranting kayu yang tertahan jembatan, sehingga jembatan putus dihantam derasnya arus banjir dari bagian hulu," ungkap Burhanuddin.

Sebab lain, karena, jembatan berkontruksi tiang dan leger besi serta lantai kayu tersebut sudah usang karena bangunan sekitar 30 tahun lalu. Dan setahun terakhir hanya bisa dilalui sepeda motor.

Terakhir jembatan ini direhab oleh Pemkab Aceh Timur tahun 2006.

Akibat jembatan ini putus, sehingga lalu lalang warga dari Desa Ranto Panjang tujuan Pante Kera dan sebaliknya terpaksa menggunakan sampan yang sangat beresiko seketika terjadi banjir.

Untuk menuju ke ibu kota kecamatan, dari Desa Pante Kera, warga harus naik getek dulu ke Desa Batu Sumbang, lalu dari Batu Sumbang baru bisa jalan darat ke pusat Kecamatan Simpang Jernih.

Karena, jembatan ini sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses masyarakat, karena itu masyarakat Ranto Panjang, sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun kembali Jembatan tersebut.

"Kami sangat mengharapkan pemerintah membangun kembali jembatan ini, karena jembatan ini satu-satunya akses masyarakat mengeluarkan hasil pertanian, memobilisasi logistik, dan berbagai kepentingan lainnya menuju kantor camat," harap Burhanuddin.(*)

Baca juga: KMP Papuyu tak Bisa Sandar, Warga Pulo Aceh Melarat, Begini Harapan Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

Baca juga: Tanah Bergerak di Lamkleng Turun Hampir 5 Meter, Para Pengungsi Berharap Ada Dapur Umum

Baca juga: Setelah Viral Dapat Kalung Emas dalam Perut Ikan, Kini Dapat Emas Dalam Es Batu di Kulkas

Baca juga: Tangkapi dan Pukuli Ribuan Demonstran, Eropa dan AS Kecam Rusia, Begini Jawaban Kremlin

Baca juga: Donald Trump Menghabiskan Hari-hari Akhir Sebagai Presiden dalam Kesendirian dan Menyedihkan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved