Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Ditanam Masa Presiden SBY, Pohon Trembesi di Sepanjang Jalan Tamiang-Langsa Dipangkas Gara-gara Ini

eluruh pohon trembesi yang berdiri di jalur Aceh Tamiang menuju Langsa memangkas karena rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Dok DLH
Petugas memangkas batang pohon trembesi yang mengarah ke jalan di Karangbaru, Aceh Tamiang, Selasa (26/1/2021). Rendahnya batang pohon memicu kecelakaan lalu lintas. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Seluruh pohon trembesi yang berdiri di jalur Aceh Tamiang menuju Langsa memangkas karena rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi menjelaskan, penertiban ini dilakukan dengan memangkas seluruh batang pohon yang mengarah ke jalan.

Dia menargetkan, penertiban yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu itu, selesai dalam dua hari ke depan.

“Awalnya kami perkirakan seminggu selesai, ternyata jumlah pohon cukup banyak, jadi butuh waktu dua hari lagi,” kata Sayed, Selasa (26/1/2021).

Sayed melanjutkan, seluruh pohon trembesi yang tumbuh di sisi kanan dan kiri jalur Aceh Tamiang–Langsa itu ditanam di masa pemerintahan Presiden SBY melalui 'Program Menanam Satu Miliar Pohon'.

Baca juga: Alhamdulillah, 371 Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19 Sudah Sembuh, Tiga Orang Masih Dirawat

Baca juga: Aduh! Pemkab Aceh Tengah Tiadakan Pacuan Kuda Tahun Ini Gara-gara Pandemi, Ini Ajang Penggantinya

Baca juga: Masjid Alfalah Sigli Telah Habiskan Dana Rp 104 Miliar, Pemkab Plotkan Dana Rp 28,1 Miliar pada 2021

Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, tanaman tersebut ditanami mulai dari Simpang Opak hingga perbatasan Kota Langsa.

Usia tanaman yang masih muda membuat batang pohon yang melintang ke jalan cukup rendah sehingga sering mengenai muatan truk dan kendaraan tinggi lainnya.

Bahkan, muatan truk yang jatuh, disebut Kepala DLH Aceh Tamiang, tak jarang mengenai pengendarai sepeda motor.

“Biasanya kejadian malam, truk yang jalannya terlalu di pinggir tanpa sadar menyenggol batang pohon. Batang pohon yang patah atau barang truk yang jatuh ini ditabrak sepeda motor karena kondisinya gelap,” jelas Sayed.

Kasus kecelakaan yang disebabkan batang pohon ini, beber dia, terbilang tinggi karena rata-rata terjadi lima kali dalam sebulan. Bahkan dalam satu pekan di bulan ini, kasus serupa telah terjadi dua kali.

Baca juga: 154 CPNS Bener Meriah Terima SK, Ini Poin-poin Harapan Bupati Sarkawi

Baca juga: Ekspor Kopi Arabika Gayo Terkendala Disebabkan Keterbatasan Kapal Pengangkut

Baca juga: Jembatan di Simpang Jernih Putus Diterjang Banjir

"Terakhir ini dalam seminggu Camat Manyakpayed dua kali menelepon saya minta ditebang karena sudah dua kali menyebabkan kecelakaan,” paparnya.

Sedikit diterangkan Sayed, jenis pohon trembesi kurang tepat ditanam di pinggir jalan. Pohon penyumbang oksigen terbesar ini sebaiknya ditanam di lapangan atau tempat lain yang bukan jalur lalu lintas.

“Bisa dibilang pohon ini tidak memiliki batang karena langsung bercabang, makanya kurang tepat kalau di jalan,” pungkasnya.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved