Berita Aceh Tengah
Ekspor Kopi Arabika Gayo Terkendala Disebabkan Keterbatasan Kapal Pengangkut
Sejumlah eksportir kopi arabika Gayo mengeluhkan mulai terbatasnya kapal pengangkut komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) tersebut...
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sejumlah eksportir kopi arabika Gayo mengeluhkan mulai terbatasnya kapal pengangkut komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) tersebut, ke beberapa negara importir sehingga banyak barang siap ekspor yang menumpuk di gudang-gudang kopi milik eksportir.
Ketua Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia (AEKI) Aceh, Ir Armia kepada Serambinews.com, Selasa (26/1/2021) membenarkan bila kapal pengiriman kopi arabika Gayo ke beberapa negara importir saat ini, terbatas.
“Kondisi ini, masih berkaitan dengan dampak Covid-29, sehingga proses pengirimaan belum begitu normal. Termasuk ketersediaan kapal pengangkut,” kata Armia.
Menurut Armia, jalur ekspor kopi arabika Gayo, dikirim melalui pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, dan akan transit di Malaysia dan Singapore.
Dari Singapore dan Malaysia, komoditi ekspor akan dikirim ke beberapa negara importir seperti Amerika, Australia dan Eropa.
“Kalau dari Belawan menuju Malaysia dan Singapore, ketersediaan kapal cenderung masih normal,” tuturnya.
Kendalanya, lanjut Ketua AEKI Aceh ini, kapal dari Malaysia dan Singapore menuju negara importir sering full space (penuh) sehingga pengiriman kopi arika Gayo beberapa waktu ke belakang sering tertunda.
“Biasa pengiriman kopi seminggu sekali, tetapi karena kapal dari Malaysia dan Singapore full space sehingga pengiriman kopi arabika Gayo terlambat, bisa dua minggu sekali terkirim,” jelas Armia.
Dia menambahkan, keterbatasan kapal pengiriman juga masih berkaitan dengan masih adanya penyebaran Covid-19, sehingga berdampak juga terhadap proses maupun aktivitas angkutan kapal.
“Banyak faktor juga sehingga pengangkutan di kapal sering tertunda. Apalagi, memang kondisi penyebaran Covid-19, belum normal,” imbuh Armia.
Disisi lain, untuk kondisi eskpor kopi arabika Gayo, masih sama pada saat pertama penyebaran Covid-19 karena di beberapa importir seperti Amerika dan Australia masih berlaku pembatasan sehinggaa masih café maupun roaster yang tutup.
“Ini juga berdampak sampai ke petani, pedagang lokal, serta eksportir. Termasuk juga, harga jual kopi yang belum membaik,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Aduh! Pemkab Aceh Tengah Tiadakan Pacuan Kuda Tahun Ini Gara-gara Pandemi, Ini Ajang Penggantinya
Baca juga: Harimau Sumatera Danau Putra Segera Dilepasliarkan di Kawasan TNGL, Begini Kata Kepala BKSDA Aceh
Baca juga: Ekses Harimau Sumatera Terjerat di Aceh Tenggara, Warga Dilarang Pasang Jerat di Kebun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-aeki-aceh-armia-9.jpg)