Breaking News:

Internasional

Iran dan Taliban Tuduh AS Mendorong Perang Berkepanjangan di Afghanistan

Pejabat Iran dan Taliban bertemu di Teheran pada Rabu (27/1/2021) dan menuduh AS memprovokasi perang di Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AP
Jenderal Marinir Frank McKenzie, tengah, komandan tertinggi AS untuk Timur Tengah, melakukan kunjungan mendadak di Kabul, Afghanistan pada 31 Januari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pejabat Iran dan Taliban bertemu di Teheran pada Rabu (27/1/2021) dan menuduh AS memprovokasi perang di Afghanistan.

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada pejabat politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar,

Bahwa AS berusaha melanjutkan perang di negara tetangganya, Afghanistan.

"Strategi AS mendukung kelanjutan perang dan pertumpahan darah di antara berbagai kelompok Afghanistan dalam spektrum politik," kata Shamkhani.

Dia mengatakan AS mencoba menyalahkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di negara itu pada kelompok individu Afghanistan.

Baca juga: Dua Hakim Wanita Tewas Ditembak Pria Bersenjata di Afghanistan

Dilansir AP, Kamis (28/1/2021), belum ada komentar segera dari AS, yang menandatangani perjanjian damai dengan Taliban pada Februari 2020 lalu.

Termasuk bulan ini, mengurangi jumlah pasukan di Afghanistan menjadi sekitar 2.500 orang.

Perwakilan Taliban dan pemerintah Afghanistan awal bulan ini melanjutkan pembicaraan damai di Qatar, negara Teluk Arab tempat pemberontak mempertahankan sebuah kantor.

Pembicaraan stop-and-go bertujuan mengakhiri konflik selama beberapa dekade.

Namun rasa frustrasi dan ketakutan telah tumbuh karena lonjakan kekerasan baru-baru ini, dan kedua belah pihak saling menyalahkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved