Internasional
Iran dan Taliban Tuduh AS Mendorong Perang Berkepanjangan di Afghanistan
Pejabat Iran dan Taliban bertemu di Teheran pada Rabu (27/1/2021) dan menuduh AS memprovokasi perang di Afghanistan.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pejabat Iran dan Taliban bertemu di Teheran pada Rabu (27/1/2021) dan menuduh AS memprovokasi perang di Afghanistan.
Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada pejabat politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar,
Bahwa AS berusaha melanjutkan perang di negara tetangganya, Afghanistan.
"Strategi AS mendukung kelanjutan perang dan pertumpahan darah di antara berbagai kelompok Afghanistan dalam spektrum politik," kata Shamkhani.
Dia mengatakan AS mencoba menyalahkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di negara itu pada kelompok individu Afghanistan.
Baca juga: Dua Hakim Wanita Tewas Ditembak Pria Bersenjata di Afghanistan
Dilansir AP, Kamis (28/1/2021), belum ada komentar segera dari AS, yang menandatangani perjanjian damai dengan Taliban pada Februari 2020 lalu.
Termasuk bulan ini, mengurangi jumlah pasukan di Afghanistan menjadi sekitar 2.500 orang.
Perwakilan Taliban dan pemerintah Afghanistan awal bulan ini melanjutkan pembicaraan damai di Qatar, negara Teluk Arab tempat pemberontak mempertahankan sebuah kantor.
Pembicaraan stop-and-go bertujuan mengakhiri konflik selama beberapa dekade.
Namun rasa frustrasi dan ketakutan telah tumbuh karena lonjakan kekerasan baru-baru ini, dan kedua belah pihak saling menyalahkan.
Baradar, yang tiba Senin (25/1/2021) dengan delegasi Taliban, mengkritik AS karena diduga melanggar komitmennya pada kesepakatan Februari.
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut.
Baca juga: Ibu Kota Afghanistan Diguncang Ledakan Bom dan Insiden Penembakan, Tiga Orang Dilaporkan Tewas
"Kami tidak mempercayai AS dan akan melawan kelompok mana pun yang menjadi tentara bayaran bagi AS," katanya.
Kadang-kadang, pejabat Iran dan Taliban bertemu untuk apa yang dikatakan Teheran sebagai pembicaraan yang bertujuan membantu dialog intra-Afghanistan.
Iran melihat kehadiran pasukan AS di negara tetangga Afghanistan dan Irak sebagai ancaman di depan pintunya.
Secara rutin menyerukan kepergian mereka.
Iran dan Afghanistan berjarak sekitar 945 kilometer dari perbatasan bersama.(*)
Baca juga: Ibu Kota Afghanistan Kembali di Hujani Roket, Beberapa Warga Merekam Saat Roket Ditembakkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jenderal-marinir-as-di-afghanistan.jpg)