Breaking News:

Konservasi Perairan

Panglima Laot di Simeulue Minta Gubernur Aceh Bantu Anggota Pokmaswas yang Ditahan

Kedatangan Gubernur Aceh ke Simeulue diharapkan dapat membantu anggota Pokmaswas yang ditahan, untuk mendapatkan hak-haknya.

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pokmaswas Air Pinang
Peta Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Pulau Pinang, Pulau Siumat dan Pulau Simanaha (PiSiSi). 

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT akan berlayar mengantar Kapal Aceh Hebat 1 yang akan melayani penyeberangan dari dan ke Pulau Simeulue pada Selasa (2/2/2021).

Di Kabupaten Simeulue, Gubernur juga rencananya akan meresmikan fasilitas cold storage milik Pemkab setempat guna mendukung sektor perikanan di daerah ini.

Pihak Panglima Laot Lhok Air Pinang pun sangat mengapresiasi dukungan Gubernur terhadap sektor perikanan di kabupaten ini.

Karena itu, dalam momentum ini, Gubernur Nova juga diharapkan membantu nelayan yang tergabung dalam Pokmaswas Air Pinang yang saat ini ditahan atas kasus dugaan penganiayaan, saat mengamankan kawasan konservasi perairan (KKP PiSiSi) yang pengelolaannya di bawah Pemerintah Aceh.

Penasehat Panglima Laot Lhok Air Pinang, Edi Saputra, mengatakan bahwa saat ini terdapat sejumlah anggota Kelompok Masyarakat Pengawasan (Pokmaswas) Desa Air Pinang yang ditahan di Mapolres Simeulue, karena dugaan penganiayaan terhadap nelayan lain yang melakukan pelanggaran tindak pidana perikanan, terkait penggunaan kompressor.

“Selama ini, Pokmaswas sudah membantu Pemerintah Aceh dalam menjaga Kawasan Konservasi Perairan. Dan kebetulan saat ini ada persoalan yang menimpa anggota Pokmaswas tersebut. Untuk itu, kami minta perhatian Bapak Gubernur dalam membantu penyelesaian kasus ini secara damai,” kata Edi Saputra kepada Serambinews.com, Sabtu (30/1/2021).

Kasus yang dimaksud Edi adalah peristiwa yang terjadi pada Minggu (29/11/2020) dini hari, dimana anggota Pokmaswas Perairan dari Desa Air Pinang yang saat itu sedang menjalankan tugas pengawasan, terlibat bentrok fisik dengan nelayan dari desa tetangga yang melakukan pelanggaran karena menggunakan mesin kompressor --alat bantu penangkapan ikan yag dilarang oleh undang-undang.

Beberapa dari nelayan itu mengalami luka serius di bagian mata, wajah dan kepala, akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Pokmaswas Air Pinang. Kasus ini pun kemudian berlanjut ke ranah hukum.

Proses damai sudah diupayakan, namun berakhir gagal. Sejumlah anggota Pokmaswas itu pun kemudian ditahan sejak dua bulan lalu, atas dugaan penganiayaan.

Sementara, permintaan penangguhan penahanan terhadap anggota Pokmaswas yang ditahan itu juga tidak dikabulkan oleh pihak Polres Simeulue.

“Padahal, mereka yang ditahan adalah pelopor/pejuang pengelolaan kawasan konservasi sejak tahun 2013, yang telah membantu dan mendukung program pemerintah untuk melindungi dan menjaga lahan pangan sektor perikanan, untuk kepentingan nelayan/masyarakat simeulue,” ungkap Edi.

Ia pun berharap, kehadiran Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT sebagai otoritas tertinggi pengelolaan kawasan konservasi perairan di Simeulue, dapat membantu mereka (anggota Pokmaswas yang ditahan) mendapatkan hak-haknya, salah satunya terkait penangguhan penahanan seperti yang diatur dalam KUHAP.

“Mereka adalah kepala keluarga dari keluarga kurang mampu yang tidak dapat menafkahi keluarganya sejak ditahan dua bulan lalu. Kondisi keuangan keluarga yang ditinggalkan saat ini sangat memperihatinkan, dan sangat  membutuhkan perhatian dari pemerintah. Kami sangat mengharapkan kepedulian dari Bapak Gubernur,” tambah Edi.(*)

Baca juga: Konflik Antarnelayan di Simeulue, Dipicu Soal Penggunaan Kompressor di Kawasan Konservasi Perairan

Baca juga: Mediasi Gagal, Polres Simeulue Lanjutkan Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Nelayan

Baca juga: Nelayan Pulau Siumat Serahkan Sumbangan untuk Keluarga Nelayan Air Pinang yang Ditahan Polisi

Baca juga: Tim Patroli Polairud, DKP dan Pokmaswas Tertibkan Penggunaan Kompressor, 9 Nelayan Ditangkap

Baca juga: Gubernur Aceh Akan Kunker ke Simeulue

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved