Berita Kutaraja
Santri Dayah Insan Qurani Baksos di Taman Edukasi Aceh, Gelar Fun Learning dengan Anak Pemulung
Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 santri yang tergabung dalam Departemen Jurnalistik dan Humas OSDIQ Dayah Insan Qurani.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Santri Dayah Insan Qurani (IQ) Sibreh, Aceh Besar melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Taman Edukasi Aceh, Banda Aceh, Sabtu (30/1/2021).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 santri yang tergabung dalam Departemen Jurnalistik dan Humas OSDIQ Dayah Insan Qurani.
Taman Edukasi Aceh merupakan taman belajar terbuka anak-anak di Kampung Jawa binaan Maulidar Yusuf dan para relawan.
Di dalamnya mayoritas merupakan anak-anak pemulung di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut.
Dalam kegiatan ini, santri melakukan kegiatan fun learning bahasa Arab dan Inggris, menyerahkan sumbangan buku bacaan dan baju layak pakai dari program donasi rutin santri kepada anak-anak asuh Taman Edukasi Aceh.
Baca juga: Selasa Lusa, Bus Listrik Lanjut Uji Coba ke Rute Simpang Rima-Simpang PU
Baca juga: Meunasah Perempuan di Kampung Takengon Timur Hangus Terbakar
Baca juga: Tentara Israel Kembali Tembak Mati Pemuda Palestina di Tepi Barat
Pembina Departemen Jurnalistik dan Humas, Ustaz Rahmatul Fahmi mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya pada Sabtu (17/1/2021), santri juga melakukan kunjungan sosial ke Panti Asuhan Al-Kazeem dan Sedekah Nasi on The Road kepada warga kurang mampu di wilayah Lampulo, Banda Aceh.
Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengajarkan santri untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Dayah Insan Qurani memiliki visi membina santri untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan juga kecerdasan emosinal. Melalui kegiatan ini kita mengajarkan santri untuk dapat mengembangkan empatinya kepada sesama.” ujarnya.
Kehadiran santri ke Taman Edukasi Aceh disambut antusias siswa binaan. Siswa aktif bertanya dan berkomentar sepanjang proses belajar berlangsung.
“Bahkan, saat kami hendak pamit untuk kembali ke dayah, adik-adik sampai mengatakan, ‘Kak, jangan pulang!’
Baca juga: Wow! AC Milan Tim Terbanyak Penalti di Serie A, 14 Kali dari 20 Laga, Begini Analisa Keabsahannya
Baca juga: Warga Hong Kong Diberi Opsi Visa Baru Inggris, China Menolak Mengakui
Baca juga: Ada-ada Saja! Pemuda Ini Tukar Peran dengan Pacar, Kekasihnya Berlakon Jadi Cowok Selama Sehari
“Kami sangat terharu dan merasa berat untuk pulang. Tentu saja di lain hari kami ingin berkunjung kembali.” ungkap Safirah Mazaya, santri kelas akhir Dayah Insan Qurani.
Selain Ustaz Rahmat, santri juga turut didampingi oleh Ustazah Khaira Mukhlisah dan Ustazah Rahmatul Munawwarah.(*)