Berita Aceh Besar
Dinas Perpustakaan dan Keasipan Aceh Hibur Anak Pengungsi Dampak Tanah Bergerak di Lamkleng
Tujuan kedatangan tim ini adalah untuk menghibur anak-anak pengungsi, menyibukkan mereka dengan lomba mewarnai, mendengar cerita, melakukan gerakan
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Tujuan kedatangan tim ini adalah untuk menghibur anak-anak pengungsi, menyibukkan mereka dengan lomba mewarnai, mendengar cerita, melakukan gerakan senam, dan bernyanyi bersama.
Laporan Yarmen Dinamika | Jantho
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Satu tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Aceh, Senin (1/2/2021) sore berkunjung ke Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.
Desa ini mengalami fenomena tanah begerak sejak 11 Januari 2021.
Tujuan kedatangan tim ini adalah untuk menghibur anak-anak pengungsi, menyibukkan mereka dengan lomba mewarnai, mendengar cerita, melakukan gerakan senam, dan bernyanyi bersama.
Kepala Dinas Perpusip Aceh, Dr Edi Yandra, mengutus tim dari dinas tersebut ke Gampong Lamkleng dipimpin Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, Zulkifli MPd.
Hadir juga sejumlah kepala seksi terkait, di antaranya Teungku Nurul Kemalahayati MM dan Lisa Siska Dewi SSos alias Chacha.
Baca juga: Penanganan Dinilai Lamban, Pasien Meninggal, Keluarga Mengamuk, Begini Penjelasan Direktur RSUZA
Dalam tim ini ikut juga Ketua Pengurus Daerah Ikatan Perpustakaan Indonesia (PD IPI) Aceh, Dr Nazaruddin Musa dan sejumlah pegawai dari Dinas Perpusip Aceh Besar.
Tim ini datang ke lokasi dengan membawa tiga mobil pustaka keliling yang berisi sekitar 3.000 buku.
Puluhan anak usia sekolah di desa itu yang berhimpun di bawah tenda pengungsi tampak antusias meminjam buku dari mobil pustaka keliling untuk masa peminjaman satu minggu.
“Minggu depan kita datang lagi, mengambil buku yang dipinjam dan membawa buku baru untuk dipinjamkan lagi,” kata Zulkifli MPd.
Amatan Serambinews.com, sekitar 40 anak usia PAUD, TK, dan SD berhimpun di bawah tenda pengungsi menunggu kedatangan tim Perpusip Aceh.
Baca juga: Siapkan Rp 500.000, Honda PCX 160 Sudah Dapat Dipesan
Mereka terlihat gembira karena dilibatkan dalam berbagai atraksi. Mulai dari gerakan senam, nyanyi bersama, mendengar cerita, hingga mewarnai.
Semua perlengkapan untuk mewarnai disediakan oleh tim Perpusip Aceh.
Acara sekitar tiga jam itu diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3 yang hasil mewarnainya merupakan karya terbaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hibur-anak-pengungsi-lamkleng.jpg)