Kisah Inspiratif
Kisah Miswardi, Warga Aceh yang Jadi Transmigran di Sumsel, Hijrah Karena Konflik Hingga Jadi Ustaz
Miswardi MA kini menjabat Ketua Umum Pengurus Masjid Jamik Nurul Huda Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Beruntung, Miswardi punya ilmu agama tingkat dasar yang diperolehnya saat kecil di kampung halamannya, di Balai Ummi Gampong Aree, Pidie, Aceh.
Meski tingkat dasar, tapi ilmu agama ini menjadi modal paling berharga dari segala modal yang dia bawa ke Teluk Betung.
Hanya dua bulan bermukim di sana, Miswardi langsung didapuk menjadi khatib dan imam shalat Idul Adha di Masjid Teluk Betung pada tahun 1991.
“Saat membaca khutbah, saya menangis di atas mimbar. Semua jamaah pun ikut menangis. Praktis itu menjadi Shalat Idul Adha yang sangat mengharukan sekaligus mengesankan bagi penduduk di sini,” ujar Miswardi.
“Padahal, saya menangis karena perasaan saya campur aduk. Rindu akan kampung halaman, sekaligus menyesali diri, kenapa dahulu saya suka bolos saat belajar ngaji di Balai Ummi. Sehingga bacaan saya menjadi kurang fasih,” ungkap Miswardi, mengenang peristiwa 30 tahun lalu, seraya tertawa lebar.
Tak disangka, setelah momen mengharukan itu, Miswardi langsung didapuk menjadi pengurus dan imam masjid Teluk Betung.
Label “orang Aceh” membuat orang tidak ragu mengangkatnya sebagai ustaz dan guru ngaji.
Baca juga: Kisah Inspiratif Kolonel Sanders Penemu Resep KFC, Lewati Kegagalan Hingga Sukses di Usia Tua
Ikut Transmigrasi Lokal
Gaya bicaranya yang cepat akrab dan humoris, membuat Miswardi sangat cepat beradaptasi.
Tidak hanya mengajar anak-anak mengaji, Miswardi juga kerap diminta pendapat saat ada warga yang menghadapi masalah keluarga
Beberapa bulan berselang, dia diikutkan dalam program transmigrasi lokal dan berhak mendapatkan dua hektare lahan sawit, berikut fasilitas lainnya.
Di sini pula, dia menemukan tulang rusuknya, Eem Sumarti, gadis Sunda yang ikut program transmigrasi bersama ayahnya.
Sambil berjualan, Miswardi dan istrinya Eem Sumarti mengajarkan anak-anak mengaji.
Ia juga menjadi imam, sekaligus mengelola lahan sawit dalam statusnya sebagai warga trans.
Praktis, saat itu Miswardi menjadi satu-satunya warga Aceh di Banyuasin yang menjadi transmigrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/miswardi-ma.jpg)