Kamis, 7 Mei 2026

Kisah Inspiratif

Kisah Miswardi, Warga Aceh yang Jadi Transmigran di Sumsel, Hijrah Karena Konflik Hingga Jadi Ustaz

Miswardi MA kini menjabat Ketua Umum Pengurus Masjid Jamik Nurul Huda Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Miswardi MA, tokoh masyarakat Teluk Betung Pulau Rimau Sumsel asal Aceh. 

Bahkan, mungkin saja dia menjadi satu-satunya warga Aceh di Sumsel yang ikut program transmigrasi.

Baca juga: Kisah Inspiratif Pangdam IM, Mayjen TNI Hassanudin, Pedagang Asongan yang Jadi Jenderal Bintang Dua

Baca juga: Kisah Inspiratif, Penjual Somai di Aceh Timur Daftar Haji Gunakan Uang Receh

Menjadi Orang Kaya

Waktu terus berjalan. Keihlasan, ketulusan, serta kerja keras, pelan-pelan mulai membuahkan hasil.

Sepuluh tahun berselang dari kedatangan pertamanya ke Sumsel, Miswardi pulang ke kampung halamannya di Gampong Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh.

Dia memboyong serta ibunya untuk tinggal bersamanya, hingga akhir hayatnya.

Kini, 30 tahun kemudian, Miswardi yang hijrah dari Aceh karena konflik dan menjadi transmigran di Pulau Rimau, telah diangkat sebagai tokoh masyarakat di Teluk Betung.

Kerja keras dan tawakkalnya kepada Allah, telah mengubah garis hidupnya.

Miswardi yang 33 tahun lalu hanya pekerja di warung nasi di Panton Labu, Aceh Utara, kini telah memiliki 9 unit rumah toko di Teluk Betung, ibukota Kecamatan Pulau Rimau.

Sebanyak 3 unit ruko dia buka usaha pusat penjualan bangunan dan sembako, 3 lainnya disewakan, dan 3 lainnya untuk gudang pupuk serta garasi mobil.

Tiga unit truk colt dia beli untuk mendukung pengangkutan sawit, pupuk, serta berbagai kebutuhan di toko bangunannya.

Dia juga memiliki 1 unit armada pikap L-300, 1 unit Kijang Super, dan 1 unit Toyota Hilux double cabin yang sekaligus menjadi mobil pribadinya.

Lahan sawitnya yang dulu hanya seluas 2 hektare, juga ikut berkembang hingga kini telah menjadi seluas 30 hektare.

Miswardi telah menemukan kehidupan yang bahagia dengan sang istri Eem Sumarti, dan dua buah hatinya, Iqbal Setiawan, serta Tessa Amelia Saputri yang saat ini menjadi santri di pesantren Qodratullah Langkan, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sejumlah nama warga Aceh yang membantunya pada masa-masa sulit dahulu masih terukir di hatinya.

Antara lain, Ir Iskandar Rahman (Sekretaris Himpunan Masyarakat Aceh/HIMMAH), Anwar (PT Wanda Patricia), Muhammad Nur (Cek Nur Pangkalan Balai), Khairuddin Noor (kala itu mahasiswa Unsri), Alyazir, serta para pedagang pupuk dan alat pertanian di Pasar Cinde.  

Iseng-iseng kami bertanya tentang MA di ujung namanya, Miswardi nyelutuk dengan gaya khasnya yang humoris.

“Itu singkatan dari Muhammad Ali, nama ayah saya,” ujarnya sambil tertawa lebar.(*)

Simak wawancara dengan Miswardi MA, warga Aceh yang jadi transmigran di Pulau Rimau Sumsel, yang disiarkan langsung di Laman Facebook Serambinews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved