Kamis, 7 Mei 2026

Update Darurat Myanmar: Penerbangan Internasional Tutup

Militer Myanmar, Tatmadaw, juga menunjuk seorang jenderal sebagai pelaksana tugas (plt) Presiden Myanmar.

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP/STR
Pendukung militer merayakan kudeta untuk mengambil alih pemerintahan sipil di Yangon, Myanmar, Senin (1/2/2021). 

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, ditangkap oleh militer Myanmar, Senin (1/2/2021).

Kejadian ini menyusul tuduhan kecurangan pemilu yang disuarakan militer.

Tak hanya Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint dan tokoh senior dari Partai National League for Democracy (NLD) juga ditahan militer Myanmar.

Juru Bicara NLD Myo Nyunt mengatakan bahwa para tokoh tersebut ditangkap tentara Myanmar dalam sebuah penggerebekan pada Senin dini hari waktu setempat.

"Kami mendengar mereka diambil oleh militer," katanya kepada AFP. Dia menambahkan bahwa dirinya sangat mengkhawatirkan Suu Kyi dan Win Myint.

"Dengan situasi yang kita lihat terjadi sekarang, kita harus berasumsi bahwa militer sedang melakukan kudeta,” imbuhnya.

Tuduhan Kecurangan Pemilu

()Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengawasi saat petugas kesehatan menerima vaksin untuk virus corona Covid-19 di rumah sakit di Naypyidaw pada 27 Januari 2021. Suu Kyi dan Presiden Myanmar dilaporkan sudah ditahan pihak militer Myanmar. (Thet Aung / AFP)

Sebelum militer Myanmar menangkap Suu Kyi dan pentolan Partai NLD, militer Myanmar yang dikenal sebagai Tatmadaw dikhawatirkan bakal melakukan kudeta.

Pasalnya, mereka menilai telah terjadi kecurangan dalam pemilu Myanmar yang digelar pada November lalu.

Bahkan menjelang pemilu, militer menuduh Komisi Pemilihan Umum Myanmar (UEC) memiliki manajemen yang buruk mengenai persiapan pemungutan suara.

Setelah Partai NLD-nya Aung San Suu Kyi menang telak dalam pemilu, militer melakukan penyelidikan mandiri terhadap proses pemungutan suara.

Di sisi lain, partai oposisi utama, Partai Union Solidarity and Development (USDP), juga menuduh bahwa adanya kecurangan dalam pemilu.

Militer dan USDP juga protes karena seruan mereka mengenai penyelidikan pemilu tidak didengarkan UEC.

()Seorang pendukung Liga Nasional Demokrasi (NLD) menghiasi tokonya dengan bendera NLD menjelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari menyusul pemilu November 2020 yang dimenangkan oleh NLD yang berkuasa oleh Aung San Suu Kyi, di Yangon pada 30 Januari, 2021. (Sai Aung MAIN / AFP)

Karena tak digubris, militer telah menerbitkan serangkaian temuan yang mereka katakan memberikan bukti untuk mendukung klaim telah ada penipuan dalam pemilu.

Tetapi tuduhan tersebut telah ditolak oleh komisioner pemilu karena dianggap dilebih-lebihkan dan tidak masuk akal sebagaimana dilansir dari The Irrawaddy.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved