Breaking News:

Bawaslu Minta Mendagri Tunda Pelantikan Bupati Sabu Raijua Terpilih Orient Riwu Kore

Menurut Fritz, permintaan penundaan tersebut disampaikan, karena pihaknya membutuhkan waktu untuk mengkaji kewarganegaraan bupati terpilih Sabu Raijua

Tangkap layar kanal YouTube KPU SABU RAIJUA
Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua Orient Patriot Riwu Kore (kiri) saat debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020, Sabtu, 03 November 2020. Daftar harta kekayaan Orient Riwu Kore, bupati terpilih Sabu Raijua yang WN AS. Ia memiliki 3 bidang tanah di Amerika. 

SERAMBINEWS.COM, KUPANG - Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, meminta Menteri Dalam Negeri, agar menunda pelantikan Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) Orient Riwu Kore.

Permintaan itu disampaikan Frizt, dalam jumpa pers bersama wartawan via aplikasi Zoom, Kamis (4/2/2021) sore.

Menurut Fritz, permintaan penundaan tersebut disampaikan, karena pihaknya membutuhkan waktu untuk mengkaji kewarganegaraan bupati terpilih Sabu Raijua tersebut.

Sembari, kata Frizt, pihaknya akan membuat rekomendasi-rekomendasi selanjutnya.

“Kami tidak kecolongan, tetapi kami masih mendalami persoalan kewarganegaraan yang bersangkutan, sehingga kami minta ke Mendagri untuk ditunda pelantikannya,” ujar dia.

Bawaslu RI, lanjut dia, juga enggan menjawab apakah yang bersangkutan bisa didiskualifikasi dari proses Pilkada Sabu Raijua yang dilaksanakan pada 9 Desember 2021 silam.

"Kami belum bisa mengeluarkan rekomendasi lanjutan. Karena masih melakukan kajian-kajian terhadap kewarganegaraan yang bersangkutan.

Apakah nanti didiskualifikasi atau tidak, kami belum tahu,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu RI, Abhan menegaskan pihaknya telah melaksanakan proses Pilkada di Sabu Raijia secara benar sesuai aturan.

“Kami temukan informasi dan kami rekomendasikan kepada KPU untuk melakukan klarifikasi. Kami juga bersurat ke Amerika Serikat dan ternyata jawaban dari sana bahwa yang bersangkutan adalah warga negara Amerika Serikat,” ujar Abhan.

Halaman
1234
Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved