Fakta-fakta Penemuan Mayat Perempuan Tertancap Bambu, Korban Dikenal Pendian
Pihak kepolisian memperkirakan perempuan itu sudah meninggal sejak 3 hari sebelum akhirnya ditemukan.
Viki Ruspiandi (21) mengungkap identitasnya. Viki merupakan sahabat WT.
Viki dan korban sama-sama sekolah di SMK.
Dia mengatakan sahabatnya itu dikenal pendiam saat sekolah.
Viki menyebut dirinya dan korban telah bersama satu kelas hingga lulus.
"Saya dan korban sudah dari kelas 10 hingga lulus satu kelas terus. Dia orang baik" kata Viki.
Ia menyebutkan WT adalah orang yang pendiam sejak duduk di bangku SMA dan terkadang suka nangis tanpa sebab.
"Kalau di kelas juga suka diam enggak banyak bicara, kadang suka nangis tanpa sebab. Sama saya sering ditanya kenapa, tapi tidak pernah mau jawab, dipendam sendiri saja kayaknya," ucapnya.
Setelah lulus sekolah Viki mengatakan sudah tidak berkomunikasi lagi dengan WT.
• Marak Judi Online, Remaja Masjid Minta Pemkab Aceh Singkil Bertindak
• Oknum Guru Nodai Siswinya Selama 3 Tahun, Korban Cekoki Muridnya Obat Anti Hamil
"Paling ketemu di status Facebook. Kaget saat tahu yang penemuan mayat itu adalah sahabat saya," katanya.
Viki yang bekerja di PT KAI Stasiun Wanaraja itu berharap polisi bisa mengungkap penyebab kematian sahabatnya.
"Biar enggak simpang-siur lagi di medsos," ucapnya.
Kata Keluarga Korban
Menurut keterangan salah seorang keluarga, Ai Kusmiati (40), WT sudah tidak hidup dengan orang tua sejak umur 1 tahun, orangtuanya bercerai lalu ayahnya meninggal dunia.
"Sejak ibunya bercerai, ia sudah ditinggal sejak umur satu tahun, ibunya berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW," katanya, Sabtu (6/2/2021).
Ai menjelaskan,sejak saat itu WT hanya diurus oleh bibi dan neneknya, ia tumbuh tanpa hadirnya orang tua di usia yang sedang membutuhkan kasih sayang Ibu dan ayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mayat-perempuan-ditemukan-di-kamar-kos.jpg)