Rabu, 15 April 2026

Berita Luar Negeri

Rakyat Myanmar Melawan, Ribuan Orang Turun ke Jalan Menentang Kudeta Militer

Mereka melakukan unjuk rasa untuk menentang penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang dilakukan militer Myanmar pada Senin (1/2/2021) lalu.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFP/PHOTO BY STR
Seorang pengunjuk rasa mengangkat foto Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, yang sudah diberi tanda silang saat demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Sabtu (6/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Puluhan ribu orang kembali turun ke jalan pada hari ketiga demonstrasi nasional, Senin (8/2/2021).

Mereka melakukan unjuk rasa untuk menentang penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang dilakukan militer Myanmar pada Senin (1/2/2021) lalu.

Para demonstrasi menyerukan para penduduk untuk bergabung dalam protes ini.

Sorakan protes kepada militer telah bergema dan tumbuh lebih keras di Myanmar.

"Ini hari kerja, tapi kami tidak akan bekerja meskipun gaji kami dipotong," kata Hnin Thazin, seorang pengunjuk rasa yang bekerja pabrik garmen berusia 28 tahun, dilansir dari CNA.

Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan juga ikut andil dalam menyuarakan protes kepada militer.

Demo Tolak Kudeta Membesar,  Militer Matikan Internet Se-Myanmar

Junta Militer Myanmar Blokir Akses Internet untuk Redam Protes Anti-Kudeta

Kudeta Pemerintahan Aung di Myanmar, Muslim Rohingya Khawatir Militer Akan Lakukan Pembantaian Lagi

"Kami petugas kesehatan memimpin kampanye ini mendesak semua staf pemerintah untuk bergabung dengan protes ini,” kata Aye Misan, seorang perawat pada sebuah protes di kota terbesar Yangon.

“Pesan kami kepada publik bahwa ini bertujuan untuk sepenuhnya menghapus rezim militer dan kami harus berjuang untuk takdir kami," sambungnya.

Polisi di ibu kota Naypyidaw menembakkan air dari watercannon terhadap ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul pada hari Senin (8/2/2021).

Ribuan orang juga berbaris di kota pesisir tenggara Dawei dan di ibu kota negara bagian Kachin.

Mereka yang turun ke jalanan itu mencerminkan penolakan terhadap kekuasaan militer oleh berbagai kelompok etnis.

Bahkan mereka yang mengkritik Aung San Suu Kyi dan menuduh pemerintahannya mengabaikan minoritas, juga ikut melakukan protes.

Militer Myanmar Blokir Facebook karena Dianggap Ganggu Stabilitas Negara

Kondisi Terkini Aung San Suu Kyi yang Ditahan Militer Myanmar

Di Yangon, sekelompok biksu berdiri di barisan depan para pengunjuk rasa.

Pengunjuk rasa umumnya berasal dari kalangan pekerja dan mahasiswa.

Mereka mengibarkan bendera Buddha warna-warni di samping spanduk merah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved