Breaking News:

Pembunuh 4 Orang Sekeluarga di Rembang Ditangkap, Pelaku Ambil Uang dan Perhiasan Milik Korban

Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya keluarga seniman di Rembang, Jawa Tengah.

Editor: Faisal Zamzami
Tribun Jateng
Suasana rumah Ki Anom Subekti yang tewas dibunuh bersama istri, anak dan cucunya di Rembang. Ini update kasusnya. 

Malam harinya, pukul 20.40, Sumani datang lagi ke rumah Anom Subekti mengendarai sepeda motor Vega ZR berwarna biru-hitam.

CCTV di sebuah kios LPG merekam ketika Sumani menuju rumah Anom Subekti.

“Motor, helm, dan jaket yang digunakan pelaku identik dengan rekaman CCTV dan keterangan para saksi,” jelas dia.

4. Sumani Mengambil Uang dan Perhiasan Milik Para Korban

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, setelah melakukan aksi pembunuhan, Sumani membawa pulang perhiasan emas para korban berupa cincin, anting-anting, jarum, dan gelang.

Selain itu, ia juga membawa uang tunai sebesar Rp 13,1 juta.

Sebelum mencoba bunuh diri, ia juga diketahui menransfer uang sebesar Rp 8 juta ke rekening atas nama Ratna Sari Dewi.

“Mengenai transfer ini masih kami dalami karena berkaitan dengan kerahasiaan bank,” tutur Ahmad Luthfi.

5. Polisi Menemukan Sidik Jari Pelaku dan Bercak Darah Korban

Polisi menemukan sidik jari di gelas minuman yang disuguhkan Anom Subekti saat Sumani bertamu di sore hari.

Hasil laboratorium forensik menunjukkan bahwa sidik jari itu identik dengan Sumani.

Kemudian, di rumah Sumani, polisi juga menemukan arit yang digunakan untuk membunuh.

“Dari hasil labfor, diketahui bahwa Sumani membunuh dengan benda tajam dan benda tumpul.

Dari penggeladahan di rumah tersangka, ditemukan arit yang ada bercak darah milik korban, yakni istrinya, Saudari Purwati.

Sementara, benda tumpul belum bisa kami temukan,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan bercak darah korban di setang motor Sumani serta perhiasan para korban yang diambilnya.

“Ditemukan perhiasan di rumah tersangka di antaranya ialah gelang, cincin, anting. Di anting ada darah putrinya. Di cincin ada darah ibunya,” kata dia.

6. Korban dan Pelaku Saling Mengenal

Kapolda Jateng mengatakan bahwa mendiang Anom Subekti mengenal Sumani.

“Hubungan di antara korban dengan pelaku ialah teman atau kolega.

Selebihnya masih kami dalami,” tutur dia.

Danang Dwi Irawan, putra Anom Subekti, juga mengaku kenal dengan Sumani.

“Saya kenal dengan dia. Tapi tidak terlalu akrab.

Saya tidak mengira sama sekali (bahwa Sumani pelakunya). Saya harap dia dihukum seberat-beratnya,” kata Danang.

7. Dijerat Pasal Berlapis dan Diancam Hukuman Mati

Kapolda Jateng mengaskan bahwa Sumani terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Ia dijerat dengan pasal berlapis sebagai berikut.

Pasal 340 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Pasal 365 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 3 Miliar rupiah.

8. Kronologi Penemuan Jasad Korban

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan, peristiwa itu awalnya diketahui oleh asisten rumah tangga korban.

"Jadi ada penemuan mayat yang mana penemuan mayat ini dilaporkan oleh asisten rumah tangga korban, yaitu Ibu Suti," ucap Rongre di lokasi kejadian, Kamis.

Ketika itu, asisten rumah tangga tersebut datang ke Padepokan Seni Ongko Joyo yang merupakan rumah dari Anom Subekti, sekitar 06.30 WIB.

"Setelah masuk melihat pintu gerbang rumah pagar ini terbuka, kemudian masuk ke dalam memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban," terang Rongre.

Kemudian asisten rumah tangga tersebut mengecek masuk ke dalam rumah.

"Kemudian asisten rumah tangga ini masuk melihat ternyata ditemukan ada empat jenazah yang sudah tergeletak di tempat tidur," ungkap Rongre.

Asisten rumah tangga tersebut lantas memberitahu ke salah satu warga yang sedang mencari rumput.

Kemudian warga tersebut memberitahu ke penjabat kepala desa. Selanjutnya kepala desa memberitahu RT dan diinformasikan ke Polres Rembang.

Polres Rembang yang datang ke TKP menyatakan keempat orang yang tewas merupakan korban pembunuhan.

"Posisi semuanya ada di tempat tidur tapi di kamar yang berbeda. Jadi satu di tempat tidur di kamar yang berbeda, kemudian jenazah yang lainnya di tempat tidur yang sama," terang Rongre.

9. Luka di Tubuh Korban

Satu keluarga itu tewas karena dibunuh.

Pasalnya, ditemukan luka lebam di bagian kepala korban.

Kapolres Rembang mengungkapkan, keempat korban itu diduga dibunuh pada dini hari saat semuanya sudah tertidur.

"Dugaan pembunuhan yang dilakukan dengan kekerasan penganiyaan dari hasil olah TKP menunjukkan, keempat korban ini dianiaya, terbukti dengan adanya lebam di tubuh korban yaitu di kepala, dan keempat korban ini hampir sama lebamnya di kepala, mengeluarkan darah dari hidung dan mulut," ungkap Rongre kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menduga motif pelaku membunuh keempat orang tersebut karena adanya dendam.

Sebab, tidak ada barang berharga yang diambil oleh pelaku.

"Dugaan sementara itu dendam karena kenapa yang menjadi korban yaitu satu keluarga namun tidak ada barang-barang yang berhasil diambil oleh pelaku. Jadi kesimpulan kami, ini adalah dendam yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban," terangnya.

Selain mengamankan barang bukti berupa kaos, baju, handphone, hingga CCTV, pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi.

Sehingga diharapkan dalam waktu dekat, pelaku pembunuhan dapat segera tertangkap.

"Kita masih dalam penyelidikan semuanya apakah orang dekat atau siapa tapi yang jelas dari keterangan-keterangan saksi ini semoga bisa memberikan petunjuk dalam waktu ke depan yang mungkin mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa menangkap para pelaku daripada pembunuhan ini," ucapnya.

CPNS 2021 Segera Dibuka, Daftar di Mahkamah Agung, Ini Formasi Jabatan dan Besar Gajinya

Gadis Cilik di Nias Selatan Dibunuh Tetangga, Jasad Dimasukkan Dalam Karung, Anak Pelaku Jadi Saksi

Apersi Aceh Minta Penetapan Zona NIlai Tanah Ditinjau Ulang, Masyarakat Mulai Keberatan

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul 7 Fakta Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang Bikin Sumani Diancam Hukuman Mati

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved