Sabtu, 18 April 2026

Gaji Buzzer di Indonesia dan Cara Kerjanya yang Kini Kembali Jadi Sorotan

Gaji buzzer di Indonesia pun ternyata begitu menggiurkan hingga para buzzer yang terlibat sangat betah meski merusak tatanan demokrasi

Editor: Muhammad Hadi
KOMPAS/HANDINING
Foto Ilustrasi - Buzzer aktif di media sosial yang mendukung dan menyerang pihak tertentu 

“ Pasukan dunia maya juga menyensor ucapan dan ekspresi melalui pelaporan konten atau akun secara massal.

Kiriman dari aktivis, pembangkang politik, atau jurnalis sering kali dilaporkan oleh jaringan terkoordinasi dari akun pasukan siber untuk mempermainkan sistem otomatis yang digunakan perusahaan media sosial untuk menghapus konten yang tidak pantas,” jelasnya.

Harga Emas Hari Ini Sabtu (23/2/2021), Berikut Rincian Harga Emas Per Gram

Trolling dan penghapusan akun atau postingan bahkan dapat terjadi bersamaan dengan kekerasan dunia nyata, yang dapat memiliki efek yang dalam dan mengerikan pada ekspresi hak asasi manusia.

Strategi pasukan siber

Adapun mengenai tipologi perpesanan dan strategi valensi yang digunakan, pasukan siber saat terlibat dalam percakapan dengan pengguna online untuk beberapa tujuan.

Pertama, menyebarkan propaganda pro-pemerintah atau pro-partai.

Kedua, menyerang oposisi atau melancarkan kampanye kotor.

Ketiga, mengalihkan percakapan atau kritik dari masalah penting.

Keempat, memotori pembagian dan polarisasi.

Kelima, menekan partisipasi melalui serangan atau pelecehan pribadi.

Dalam laporan ini disebutkan pula harga yang dibanderol para buzzer.

Pemerintah Mau Tambah Utang Rp 1.654,92 Triliun Pada 2021, Utang Hingga 2020 Capai Rp 6.000 Triliun

Di Indonesia, penggunaan buzzer bersifat kontrak temporer, dengan nilai antara Rp 1 juta-Rp 50 juta.

Kebanyakan buzzer di Indonesia menggunakan cara-cara disinformasi dan media yang dimanipulasi, serta memperkuat konten.

Dalam laporan ini dijelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam kategori pemanfaatan tim buzzer berapasitas rendah.

Artinya, praktik ini melibatkan tim kecil yang mungkin aktif selama pemilihan atau referendum, tetapi menghentikan aktivitas sampai siklus pemilihan berikutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved