Berita Pidie
29 Anak Aceh Tergabung Dalam OKP Belajar di Al-Azhar Mesir, Anak Yatim Akan Difasilitasi
Saat ini, OKP masih membantu 476 anak yatim korban tsunami dan korban konflik di Pidie dan Pidie Jaya, dengan sumber dana dari IsDB.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tercatat 29 anak Aceh yang tergabung dalam Orpham Kafala Program (OKP) Baitulmaal Muamalat (BMM), kini belajar di Universitas Al-Azhar Mesir.
Program OKP tersebut, saat ini masih membantu 476 anak yatim korban tsunami dan korban konflik di Pidie dan Pidie Jaya, dengan sumber dana dari Islamic Development Bank (IsDB).
"Saat ini, ada 29 anak Aceh yang tergabung dalam masih belajar di Al-Azhar. Saya siap memfasilitasi anak yatim miskin dan berprestasi untuk melanjutkan studi di Al-Azhar," jelas Senator Aceh, Fadhil Rahmi, di Gedung Memorian Tsunami Sigli, Minggu (14/2/2021)
Ia mengatakan, anak yatim yang berada di bawah asuhan OKP BMM supaya memacu belajar, agar ananda semua menjadi generasi pemimpin dan orang-orang sukses.
Sekda Pidie, H Idhami, mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah dari Islamic Development Bank (IsDB) melalui program OKP Baitulmaal Muamalat (BMM), sejatinya dapat membantu anak yatim di Pidie.
Kedepannya OKP BMM, kata Sekda Pisie, agar membangun komunikasi baik supaya bisa terus bersinergi membantu anak yatim lainnya untuk masuk dalam program OKP.
Baca juga: Militan Kurdi Eksekusi 13 Tentara dan Polisi Turki di Irak, Tentara Turki Siap Membalas
Baca juga: Banyak Perpustakaan belum Miliki Pustakawan & Digitalisasi, Terungkap dalam Bincang Serambi Podcast
Baca juga: Roy Suryo Sebut Chip di e-KTP Belum Bisa Dipakai untuk Melacak Lokasi Seseorang
Baca juga: Sahabat Ungkap Maradona Miliki Uang Rp 1,4 Triliun, Sebut Sang Legenda Hidup ‘tak Layak’ di Masa Tua
Staff OKP Pidie, Zikrillah, kepada Serambinews.com, Minggu (14/2/2021) menyebutkan, program OKP membagi peralatan sekolah atau school kit sebagai kegiatan penting dengan jumlah anak yatim 70 orang, mengingat kapasitas kecil sehingga peserta terbatas.
Kegiatan penyaluran bantuan itu tetap menggunakan protokoler kesehatan.
"Sebenarnya jumlah anak yatim 476 orang, tapi yang diundang 70 orang. Sebab, sebagian anak yatim yang lain telah disalurkan lebih dahulu paket tersebut," jelasnya.(*)
Baca juga: Salju Membekukan Rusia, Disebut Sebagai Selimut Kiamat
Baca juga: Aktivis Iklim India Ditangkap, Dituduh Mendukung Aksi Kekerasan Petani
Baca juga: Bikin Syok! Pria Ini Dianiaya dan Dipanah Hanya Gara-gara Saling Pandang di Jalan, Pelaku Diburu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memoriannn.jpg)