Breaking News:

Internasional

Tujuh Varian Baru Virus Corona Lebih Menular Ditemukan di AS

Sebanyak tujuh varian virus Corona lebih menular telah ditemukan di Amerika Serikat. Para peneliti menyatakan virus corona di AS telah bermutasi

The New York Times
Petugas melakukan uji swab terhadap seorang pengemudi di New York AS. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sebanyak tujuh varian baru virus Corona lebih menular telah ditemukan di Amerika Serikat.

Para peneliti menyatakan virus corona di AS telah bermutasi pada huruf genetik yang sama.

Varian baru itu ditemukan di negara bagian di seluruh negeri dan belum jelas apakah strainnya lebih menular, tetapi para peneliti khawatir.kan.

"Jelas ada sesuatu yang terjadi dengan mutasi ini," kata Jeremy Kamil, ahli virologi di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana Shreveport, kepada The New York Times, Senin (15/2/2021)

Baca juga: 13 Negara Timur Tengah Diserang Virus Corona Varian Baru Lebih Mematikan

Kamil, salah satu penulis studi baru tersebut, mengatakan sedang mengurutkan sampel virus Corona ketika melihat varian baru, yang memiliki mutasi pada asam amino yang sama.

Para ilmuwan khawatir karena mutasi tersebut berpotensi mempermudah virus memasuki sel manusia.

Kamil mengatakan semua virus berasal dari garis keturunan yang sama.

Setelah dia memasukkan genom ke dalam database online yang digunakan oleh ilmuwan lain.

Dia mengetahui ada ilmuwan di New Mexico yang juga menemukan varian yang sama dengan mutasi yang sama.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Mampu Menurunkan Kasus Virus Corona di Israel

Garis keturunan yang terdeteksi Kamil berasal dari tanggal 1 Desember, dan sampel dari New Mexico berasal dari bulan Oktober 2020.

Tetapi tidak jelas kapan varian ini benar-benar dimulai.

Sampel dari seluruh negeri telah muncul dengan varian ini tetapi dengan sekuensing genom terbatas.

Sulit untuk memahami seberapa umum virus yang bermutasi ini.

"Saya akan sangat ragu untuk memberikan lokasi asal dari garis keturunan ini saat ini," kata Emma Hodcroft, seorang ahli epidemiologi di Universitas Bern dan salah satu penulis studi baru tersebut.(*)

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Aceh: Zona Kuning Belum Aman dari Penularan Virus Corona

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved