Breaking News:

Kisah Nyata

32 Tahun Terpisah, Hamzah Bertemu Keluarganya karena Google Maps, Sempat Mengira Hilang Saat Tsunami

Hamzah (61) meninggalkan keluarganya di Uleelheu pada tahun 1989 untuk merantau ke Bukittinggi, Sumatera Barat.

SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN
Hamzah (61) (kanan) dan adiknya Zulfikar (kiri) ditemui Serambinews.com, di Lhokseudu, Aceh Besar, Kamis (18/2/2021) pagi. 

PENGANTAR - Ini adalah kisah nyata tentang pertemuan seorang pria yang selama 32 tahun hilang kontak dengan keluarganya. 

Hamzah (61) meninggalkan keluarganya di Uleelheu pada tahun 1989 untuk merantau ke Bukittinggi, Sumatera Barat. 

Ketiadaan sarana komunikasi dan keterbatasan ekonomi, membuat dia kehilangan kontak dengan keluarganya.

Bahkan, setelah tsunami menghantam Aceh pada 26 Januari 2004, Hamzah menganggap seluruh keluarganya yang tinggal di Uleelheue telah menjadi syuhada.

Sebaliknya, keluarganya di Aceh juga telah menganggap Hamzah sebagai anak yang hilang.

Hingga sebuah keajaiban terjadi pada bulan Februari 2021. Hamzah ditemukan oleh keponakannya melalui aplikasi Google Maps.

Kisah pertemuan yang mengaduk-aduk emosi dan nyaris tidak masuk akal ini, kami turunkan dalam dua bagian.

(BAGIAN PERTAMA)

DADA Hamzah (61) terasa sesak saat melihat sosok pria yang sangat mirip dengan dirinya, di Terminal Bus Batoh, Banda Aceh, Rabu (17/2/2021) pagi.

Bergegas Hamzah turun dari Bus Sempati Star yang membawanya dari Bukittinggi, Sumatera Barat, sejak Senin (15/2/2021) malam.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved