Sabtu, 18 April 2026

Luar Negeri

Foto Protes Penangkapan Pablo Hasel Berujung Ricuh, Rapper Ditangkap di Universitas Lleida Spanyol

Protes penangkapan Pablo Hasel berujung ricuh, warga turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi sampai berujung ricuh, Rabu (17/2/2021) malam.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Mursal Ismail
Anadolu Agency
Foto Protes Penangkapan Pablo Hasel Berujung Ricuh, Rapper Ditangkap di Universitas Lleida Spanyol 

Protes penangkapan Pablo Hasel berujung ricuh, warga turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi sampai berujung ricuh, Rabu (17/2/2021) malam.

SERAMBINEWS.COM - Protes penangkapan Pablo Hasel berujung ricuh, warga turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi hingga berujung ricuh, Rabu (17/2/2021) malam.

Melansir dari BBC News, Rabu (17/2/2021) ribuan orang turun ke jalan di Spanyol untuk mendukung rapper yang dipenjara.

Terjadi bentrokan di Barcelona saat polisi berusaha membubarkan pengunjuk rasa.

Pablo Hasel dibawa ke penjara pada hari Selasa, (16/2/2021) setelah membarikade dirinya di Universitas Lleida untuk menghindari penangkapan.

Ia menghadapi sembilan bulan penjara karena secara tidak langsung mendukung terorisme dan memfitnah mahkota dan lembaga negara melalui tweet dan lirik lagu.

Kasus Hasel telah memicu perdebatan tentang kebebasan berbicara di Spanyol.

Baca juga: Lima Nakes Tumbang Usai Divaksin Covid-19, Empat Sembuh, 1 Orang Masih Dirawat di RSU Cut Meutia

Demonstrasi dilaporkan terjadi di kota-kota di seluruh wilayah Catalonia dan di kota timur Valencia pada Selasa (16/2/2021) malam, beberapa jam setelah Hasel mulai menjalani hukumannya.

Di Barcelona, ​​sekitar 2.000 orang bergabung dalam protes dan melambaikan plakat bertuliskan "Free Pablo".

Beberapa kekerasan kemudian dilaporkan ketika polisi masuk dan para demonstran membakar tempat sampah dan melemparkan benda.

15 pengunjuk rasa ditangkap dan 33 orang terluka termasuk 17 petugas polisi.

Gedung pengadilan di Vic dekat Barcelona diserang dan kantor polisi rusak.

Baca juga: Karhutla Kembali Landa Nagan Raya, BPBD Kerahkan Mesin Robin

Anggota kepolisian Catalan, yang dikenal sebagai Mossos, memasuki Universitas Lleida pada Selasa pagi setelah rapper itu melanggar batas waktu untuk menyerahkan dirinya pada Jumat lalu.

Para pendukungnya, yang telah bergabung dengan Hasel di dalam gedung, menyemprotkan alat pemadam kebakaran ke polisi sebelum penyanyi itu dibawa pergi, meneriakkan "mereka tidak akan pernah membungkam kami; mati bagi negara fasis".

Lebih dari 200 seniman, termasuk sutradara film Pedro Almodóvar dan bintang Hollywood Javier Bardem, telah menandatangani petisi yang menentang hukuman penjara Hasel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved