Breaking News:

Balada Sampah di Negeri Bertuah

MIRIS sekaligus menyedihkan saat membaca berita di Harian Serambi Indonesia edisi Minggu (14/2/2021) bahwa Gedung Tempat Penyimpanan

Editor: bakri
Balada Sampah di Negeri Bertuah
FOR SERAMBINEWS.COM
YELLI SUSTARINA, asal Aceh Selatan, penulis di www.yellsaints.com, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Samadua, Aceh Selatan

Perilaku warga

Pada tahun 2018, saya bersama komunitas Perempuan Peduli Leuser pernah melakukan observasi dan mewawancarai beberapa warga Aceh Selatan mengenai sampah. Hasilnya kami jadikan sebuah video singkat sebagai tugas belajar dari USAID Lestari tentang permasalahan yang ada di daerah Aceh Selatan.

Alasan kami mempermasalahkan sampah karena setiap hari kami melihat perilaku warga dalam  menangani sampah ini. Misalnya saja di sekitar tempat tinggal saya, Gampong Air Sialang Hilir, Samadua. Setiap hari saya menyaksikan warga membuang sampah ke Sungai Air Sialang. Padahal, arus airnya tidak begitu deras sehingga sampah-sampah itu lebih banyak yang tersangkut di sepanjang sungai dan meninggalkan kesan yang tidak enak dipandang.

Hasil wawancara dari beberapa warga setempat mereka beranggapan sampah yang dibuang ke sungai nantinya akan hanyut sampai ke laut ketika hujan turun dan arus sungai besar. Jadinya mereka membuang sampah ke sungai, sebab hanya itu satu-satunya cara termudah menyingkirkan sampah dari rumah atau lingkungan mereka. Hal itu sudah dianggap lumrah dan menjadi sebuah kebiasaan tanpa merasa bersalah sama sekali.

Sedangkan hasil observasi kami untuk daerah pantai seperti pesisir Tapaktuan, warganya memang rata-rata membuang sampah ke laut. Bahkan saya saksikan langsung ada seorang laki-laki membuang sampah batok kelapa satu grek ke laut, ketika saya sedang bertandang di salah satu kafe di sekitar objek wisata Tapak Tuan Tapa. Adegan itu pun sempat terekam oleh kamera ponsel saya beserta dengan tumpukan sampah di sepanjang bibir pantai.

Rupanya di tahun 2019, BBC News Indonesia sempat menyoroti salah satu pantai di Aceh Selatan yang penuh dengan tumpukan sampah. Video yang diberi judul Pantai Indah yang Jadi ‘Tempat Sampah’ di Aceh  diambil di lokasi pantai dekat salah satu restoran yang cukup terkenal di Aceh Selatan. Setelah ditelusuri oleh tim BBC, ternyata sampah yang berupa botol plastik, bungkus makanan dan minuman, hingga sedotan plastik adalah sampah yang dibuang dari restoran tersebut yang pemiliknya adalah seorang politisi setempat.

Padahal, di sekitar pantai tersebut merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh penyu untuk meletakkan telur-telurnya.

Begitulah kurang lebih perilaku warga dalam penanganan sampah. Mulai dari masyarakat biasa hingga seorang politisi pun juga melakukan hal yang sama karena belum ada peraturan atau sanksi tegas bagi yang membuang sampah ke laut atau yang membakar sampah di tempat yang tidak tepat. Lantas, bagaimana tindakan pemerintah setempat? Toh, hingga kini di tahun 2021 hal itu masih terus terjadi, menjadi sebuah balada yang berlanjut, sampai akhirnya muncullah kejadian seperti yang diberitakan di atas. Sayang, benar-benar sungguh disayangkan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved