Selasa, 14 April 2026

Internasional

Inggris Siapkan Hotel Karantina, Kondisinya Sudah Seperti Berada Dalam Penjara

Seluruh wisatawan atau pengunjung yang datang ke Inggris harus masuk hotel karantina selama 11 hari.

Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Hotel Karantina di Inggris 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Seluruh wisatawan atau pengunjung yang datang ke Inggris harus masuk hotel karantina selama 11 hari.

Hotel karantina di Inggris dibuka untuk tamu sejak Senin (15/2/2021).

Dilansir BBCNews, Jumat (19/2/2021), beberapa tamu yang menginap telah menyatakan keprihatinan tentang keamanan, biaya, dan sistem.

Setiap orang yang telah mengunjungi atau transit melalui 33 negara di "daftar merah" Inggris yang tiba di Inggris harus menginap 11 malam di hotel karantina.

Seorang tamu mengatakan itu "seperti penjara".

Orang yang bepergian dari negara-negara daftar merah ke Wales dan Irlandia Utara akan diminta untuk memesan dan membayar karantina di Inggris.

Di Skotlandia, setiap kedatangan internasional harus menginap di hotel, terlepas dari negara asal mereka dan saat ini tidak ada penerbangan internasional ke Irlandia Utara atau Wales.

Wilber Santos termasuk di antara penumpang pertama yang tiba di Inggris pada Senin (15/2/2021) pagi dari negara daftar merah.

Baca juga: Virus Corona Kent Inggris Bisa Menyerang Dunia dengan Lebih Mematikan

Dia telah melakukan perjalanan dari Brasil, di mana dia merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia, melalui Madrid ke Bandara Heathrow, London, Inggris.

Meskipun dia mengatakan tidak menentang hotel karantina dan sepenuhnya memahami kebutuhan untuk mengisolasi, dia merasa sistemnya buruk:

"Di dalam pesawat dari Madrid saya duduk dengan orang-orang yang tidak pernah berada di negara berisiko tinggi," katanya.

'Ketika kami tiba, saya harus naik angkutan yang ramai ke terminal," ungkapnya.

"Itu benar-benar penuh dengan orang, beberapa dari negara berisiko tinggi, ada juga dari risiko rendah," ujarnya.

"Ini adalah sistem yang membuat kami frustrasi, tidak berdasarkan logika," tambahnya.

Baca juga: Kembangkan Wisata Pulau Banyak, Bupati Aceh Singkil Gandeng Perusahaan asal Inggris

Bandara Heathrow mengatakan proses yang dirancang pemerintah untuk menentukan prioritas penumpang di Heathrow antara gerbang pesawat dan aula imigrasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved