Musrenbang
Wabup Gayo Lues Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan, Ini Program yang Harus Jadi Prioritas
Said Sani mengatakan, Musrenbang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pembangunan jangka panjang yang telah diusu
Penulis: Rasidan | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rasidan I Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues (Galus) melaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan di Balai Pendopo Bupati Galus yang dibuka Wakil Bupati H Said Sani, Jumat (19/2/2021).
Amatan Serambinews.com, panitia pelaksana kegiatan menyampaikan kepada peserta Musrenbang yang berlangsung secara virtual tersebut, setiap usulan harus dikawal dan ditanggapi oleh instansi terkait melalui forum tersebut.
Said Sani mengatakan, Musrenbang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pembangunan jangka panjang yang telah diusulkan dari masing-masing desa sebelumnya kepada Camat untuk dibahas di tingkat kabupaten.
Wabup mengatakan, dalam Musrenbang tersebut diprioritaskan program peningkatan ekonomi masyarakat salah satunya di sektor pangan atau pertanian seperti upaya meningkatkan komoditi unggulan berupa minyak sere wangi dan kopi serta komoditi unggulan lainnya yang selama ini telah dikembangkan oleh petani.
"Salah satu upaya Pemkab Galus akan melakukan kerja sama dengan pihak luar dalam hal ini pengusaha asal India untuk pemasaran minyak sere wangi dari Galus yang kini sedang dijajaki, namun langkah dan upaya itu membutuhkan waktu dan tidak semudah yang diinginkan," sebutnya.
• Karhutla belum Padam di Nagan Raya, Tim BPBD Kerahkan Sejumlah Alat Berat
• Heboh Ayus dan Nissa Sabyan Pelakor, Begini Cara Mengatasi Depresi Akibat Perselingkuhan
• Viral Banjir di Sunter Jaya Air Berwarna Putih seperti Susu, Warga Heboh
Wabup menyebutkan, dalam Musrenbang kebutuhan pangan harus menjadi program prioritas setiap SKPK dan camat maupun di tingkat desa.
Maka, katanya, perlu mendapat dukungan dari semua pihak, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Selain komoditi unggulan yang sudah dikembangkan berupa hasil penyulingan minyak sere dan kopi, masih banyak komoditi di bidang ketahanan pangan yang perlu dikembangkan salah satunya minyak nilam, tanaman jagung dan komoditi unggulan lainnya melalui usulan dalam Musrenbang tersebut untuk dijadikan sebagai sebagai program prioritas," sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto775nhf.jpg)