Kamis, 9 April 2026

Berita Banda Aceh

Organda Kota Banda Aceh Peringatkan Para Pengusaha Angkutan, Ini Permasalahannya

"Kami menerima laporan ada pengusaha angkutan yang bermain-main dengan mengambil ongkos di bawah tarif yang disepakati."

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Zufridar, Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh 

"Kami menerima laporan ada pengusaha angkutan yang bermain-main dengan mengambil ongkos di bawah tarif yang disepakati."

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banda Aceh, memperingatkan para pengusaha angkutan umum dan barang untuk tidak bermain-main dan mengutak-atik tarif yang sudah disepakati bersama.

Tujuannya untuk menghindari persaingan tidak sehat serta meminimalisir terjadi perselisihan antar pengusaha angkutan dalam menentukan ongkos yang sudah ditentukan bersama.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Banda Aceh, Zufridar, kepada Serambinews.com, Sabtu (20/2/2021).

"Kami menerima laporan ada pengusaha angkutan yang bermain-main dengan mengambil ongkos di bawah tarif yang disepakati," kata Zufri.

Ia pun menerangkan bahwa tarif barang dari Medan tujuan Banda Aceh selama ini yang sudah disepakati berkisar Rp 300 sampai Rp 350 per kilonya.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Bakongan Meluas, Diperkirakan Sudah Mencapai 47 Hektare

Tapi, justru ada pengusaha angkutan yang mengambil tarif di bawah harga yang sudah disepakati itu, yakni Rp 250 per kilogramnya,

Tegas Zufri, kondisi tersebut sama saja dengan mematikan pengusaha angkutan umum dan barang lainnya secara tidak langsung yang selama ini sudah menyempakati mengambil ongkos Rp 300 sampai Rp 350 per kilogram.

"Jangan karena ingin hidup sendiri, tapi mematikan orang lain. Janganlah ada sifat ku'eh (dengki-red).”

“Karena itu kami peringatkan, jangan main-main dan mengutak-atik tarif yang sudah disepakati bersama. Karena, kalau kondisi ini terus terjadi, kami dari DPC Organda Banda Aceh bersama pengurus juga akan melakukan manuver," terang Zufri.

Baca juga: Sadis! Polisi Diduga tembak Mati 2 Pendemo Antikudeta Militer di Myanmar, Satu Orang Didor di Kepala

Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh ini pun menjelaskan begitu pihaknya mendapatkan laporan tersebut dari para pengusaha angkutan, siang kemarin pihaknya langsung menuju ke Terminal Mobil Barang (Mobar) Banda Aceh di Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

"Di samping bersilahturahmi, kami juga mengumpulkan para pengusaha angkutan dan membahas permasalahan itu agar tidak berlaru-larut.”

“Kami ingatkan kembali, jangan ingin eksis sendiri, tapi secara tidak langsung mematikan usaha orang lain," tegas Zufri.

Baca juga: Terjebak Banjir di Jakarta, Polisi Evakuasi Jenazah Covid-19

Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh, Zufridar juga mengingatkan para pemilik toko untuk tidak kucing-kucingan dan bermain mata dengan pengusaha angkutan.

Karena, apa yang terjadi selama ini telah merusak sesuatu yang sudah dibangun melalui kerja keras.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved