Breaking News:

Internasional

Kanada Jadi Negara Kedua Tuduh China Lakukan Genosida Muslim Uighur

Kanada telah menjadi negara kedua di dunia yang menggambarkan perlakuan China terhadap muslim Uighur sebagai genosida.

AP/File
Kaum Uighur yang tinggal di Turki membawa bendera Turkestan Timur, meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah-China di Istanbul pada 6 November 2018 atas penindasan terhadap kelompoknya di Provinsi, Xinjiang, China. 

SERAMBINEWS.COM,TORONTO - Kanada telah menjadi negara kedua di dunia yang menggambarkan perlakuan China terhadap muslim Uighur sebagai genosida.

Hal itu menyusul pemungutan suara parlemen yang kontroversial yang kemungkinan akan semakin meningkatkan ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Anggota parlemen menyetujui mosi tidak mengikat, yang diajukan oleh oposisi Konservatif, untuk mengakui tindakan China di Provinsi Xinjiang barat laut sebagai genosida terhadap Muslim Uighur.

Perdana Menteri Justin Trudeau dan anggota senior kabinet tidak menghadiri pemungutan suara pada Senin (22/2/2021).

Baca juga: Inggris Minta PBB Desak China Beri Akses ke Wilayah Muslim Xinjiang

Dilansir Reuters, semua anggota Liberal lainnya yang hadir memberikan suara mendukung mosi tersebut, kecuali Menteri Luar Negeri, Marc Garneau, yang abstain atas nama pemerintah.

Dengan menyebut tindakan di China sebagai genosida, Kanada bergabung dengan Amerika Serikat, yang membuat keputusan tak lama sebelum Donald Trump meninggalkan jabatannya.

Upaya serupa dalam pemungutan suara di Inggris gagal awal bulan ini.

Namun langkah parlemen Kanada kemungkinan akan membawa sejumlah tantangan politik baru bagi perdana menteri.

Dia telah mencoba untuk mencapai keseimbangan antara melawan permusuhan China dan menjaga hubungan baik dengan Beijing.

Baca juga: Inggris dan Kanada Jatuhkan Sanksi ke Pemimpin Junta Militer Myanmar, Sudah Perkirakan Sebelumnya

Trudeau, yang partainya Liberal memerintah tanpa mayoritas parlemen, sebelumnya telah berbicara menentang membawa mosi ke pemungutan suara.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved