Breaking News:

Luar Negeri

Istri Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Terlibat Perdagangan Kokain, Metamfetamin, Heroin dan Ganja

Emma Coronel Aispuro (31) ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam perdagangan narkoba internasional, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat

AP
Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkoba Meksiko, Joaquin “El Chapo” Guzman 

SERAMBINEWS.COM - Istri Joaquin " El Chapo" Guzman mantan pemimpin kartel narkoba Sinaloa di Meksiko yang dipenjara, ditangkap pada Senin (22/2/2021).

Emma Coronel Aispuro (31) ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam perdagangan narkoba internasional, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).

Penangkapannya dilakukan di Bandara Internasional Dulles, Virginia utara, dan akan disidang di pengadilan federal Washington pada Selasa (23/2/2021).

Emma Coronel Aispuro (31) menghadapi tuduhan perdagangan kokain, metamfetamin, heroin dan ganja yang diimpor ke AS lapor kantor berita AFP.

Suaminya, "El Chapo" Guzman adalah pemimpin Kartel Sinaloa, salah satu kelompok perdagangan narkoba paling terkenal di Meksiko.

Penangkapan Coronel terjadi dua tahun setelah El Chapo disidang di Brooklyn, karena memperdagangkan berton-ton narkoba ke AS.

Menurut keterangan pengajuan pengadilan, Guzman mengirim ratusan ton narkotika ke AS dan merupakan dalang di balik banyak pembunuhan orang-orang yang mencoba menghalanginya.

Pria itu diekstradisi ke AS pada 2017 untuk diadili.

Dia dihukum serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup 2 tahun kemudian.

Istrinya, Coronel menurut Kementerian Kehakiman, ikut berperan dalam aktivitas Kartel dan dituduh membantu dalam 2 rencana penyelamatan Guzman untuk dapat melarikan diri dari penjara Meksiko, salah satunya berhasil pada 2015.

 Tidak diketahui sebelumnya bahwa pemerintah AS bermaksud menahannya.

Coronel yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Meksiko, adalah ibu dari anak kembar.

Dia muncul di pengadilan hampir setiap hari pada persidangan suaminya selama 3 bulan di New York.

Dia telah dilarang melakukan kontak apa pun dengan suaminya selama lebih dari dua tahun penahanan pra-sidang.

Tapi selama persidangan, setiap hari saat dia masuk dan keluar dari ruang sidang, Guzman membuatnya tersentuh dengan mencium istrinya itu.

Selama persidangan ada indikasi bahwa Coronel terlibat dalam bisnis dan pelarian Guzman dari penjara, tetapi pihak berwenang membiarkannya datang dan pergi dengan bebas.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak perlu malu. Saya tidak sempurna, tapi saya menganggap diri saya manusia baik yang tidak pernah menyakiti siapa pun dengan sengaja," ujar Coronel di akhir persidangan.

Guzman dikurung di penjara dengan keamanan tertinggi di Amerika Serikat, penjara federal ADX di Florence, Colorado.

Beberapa bulan kemudian, Coronel muncul di serial realitas VH1 "Cartel Crew", tentang kehidupan orang-orang yang berusaha melepaskan diri dari keluarga yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

Dalam sebuah episode yang direkam di atas kapal pesiar mewah di dekat Miami, Coronel memberi tahu Michael Blanco, putra ratu kokain Kolombia Griselda Blanco, bahwa dia ingin memiliki kehidupan normal, dan berpikir untuk meluncurkan bisnis fashion atas nama suaminya.

"Terkadang Anda hanya ingin melakukan apa yang orang lain lakukan," katanya sambil menyeruput sampanye.

Coronel diperkirakan akan hadir dalam konferensi video di pengadilan distrik federal di Washington pada Selasa.

Istri Gembong Narkoba El Chapo Dipenjara Sementara

Seorang Hakim di Amerika Serikat (AS) memerintahkan "Ratu Kecantikan" sekaligus istri dari gembong narkoba Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman untuk tetap berada di balik jeruji besi, Selasa (23/2/2021).

Emma Coronel Aispuro (31) warga negara ganda AS-Meksiko muncul melalui konferensi video untuk pengadilan awal di hadapan hakim federal di Washington DC, AS setelah ditangkap pada Senin di Bandara Internasional Dulles, Virginia.

Coronel dituduh membantu suaminya " El Chapo" Guzman dalam menjalankan kerajaan kriminal kartel bernilai miliaran dollar, lapor Associated Press (AP).

Ketika ditanya oleh hakim apakah dia mengerti apa yang terjadi, Coronel berkata melalui penerjemah, "Saya mengerti semuanya dengan sangat baik, terima kasih."

 Pada persidangan, jaksa penuntut Anthony Nardozzi menuduh bahwa Coronel “bekerja erat dengan struktur komando dan kendali” kartel Sinaloa dan bersekongkol untuk mendistribusikan narkoba dalam jumlah besar.

Coronel juga dituduh mengetahui bahwa obat-obatan tersebut akan diselundupkan ke AS.

Jika terbukti bersalah, dia dapat menghadapi lebih dari 10 tahun penjara.

Pengacara Coronel, Jeffrey Lichtman, mengatakan Coronel akan menyetujui penahanan sementara itu.

Penangkapan Coronel mengejutkan beberapa pihak karena pihak berwenang tidak mengambil tindakan untuk menangkapnya selama dua tahun terakhir, bahkan setelah dia terlibat dalam kejahatan suaminya.

Selama persidangan Guzman 2019, jaksa penuntut mengatakan Coronel membantu mengatur dua pembobolan penjara Guzman di Meksiko, pelarian berani yang menimbulkan pertanyaan serius tentang apakah sistem peradilan Meksiko mampu meminta pertanggungjawaban Guzman.

"El Chapo" Guzman sekarang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Amerika Serikat.

Coronel adalah pendukung dalam sidang tiga bulan suaminya, yang berlangsung di New York.

Keduanya, terpisah usia lebih dari 30 tahun, telah bersama setidaknya sejak 2007, dan putri kembar mereka lahir pada 2011.

Sebagai raja narkoba paling kuat di Meksiko, Guzman menjalankan kartel yang bertanggung jawab atas penyelundupan kokain dan narkoba lain ke AS selama 25 tahun masa pemerintahannya, kata jaksa penuntut.

Mereka juga mengatakan "pasukan sicarios" atau "pembunuh bayaran", diperintahkan untuk menculik, menyiksa dan membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya.

Pada Selasa, Nardozzi mengatakan Coronel memiliki akses ke rekan kriminal, termasuk anggota kartel lainnya dan berisiko kabur.

Coronel didakwa dalam satu tuntutan pidana pendistribusian kokain, metamfetamin, heroin dan mariyuana di AS.

Dia juga dituduh membantu suaminya melarikan diri dari penjara Meksiko pada 2015 dan berpartisipasi dalam perencanaan pelarian penjara kedua sebelum Guzman diekstradisi ke AS.

Coronel bekerja dengan putra Guzman dan seorang saksi, yang sekarang bekerja sama dengan pemerintah AS, untuk mengatur pembangunan terowongan bawah tanah yang digunakan Guzman untuk melarikan diri dari penjara Altiplano untuk mencegah ekstradisinya ke AS, menurut dokumen pengadilan.

Rencananya itu juga termasuk membeli sebidang tanah di dekat penjara, senjata api dan truk lapis baja dan menyelundupkan jam tangan GPS ke Guzman sehingga mereka bisa "menunjukkan dengan tepat keberadaannya untuk membangun terowongan dengan pintu masuk yang dapat diaksesnya," ungkap surat pengadilan. 

Ayahnya, Ines Coronel Barreras, ditangkap pada 2013 bersama salah satu putranya dan beberapa pria lainnya di sebuah gudang dengan ratusan pon mariyuana di seberang perbatasan dari Douglas, Arizona.

Beberapa bulan sebelumnya, Departemen Keuangan AS telah mengumumkan sanksi keuangan terhadap ayahnya atas dugaan perdagangan narkoba.

Baca juga: Polisi Periksa 28 Orang Saksi, Terkait Proyek Bronjong Ambruk

Baca juga: Sejumlah Nasabah Bank BUMN Ini Kehilangan Uang Secara Misterius, Saldo Rp 13 Juta Sisa Rp 500 Ribu

Baca juga: Hasil Liga Champions : Chelsea Kalahkan Atletico Madrid, Luis Suarez Diajak Duel Antonio Ruediger

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditangkap di Bandara AS, Istri Gembong Narkoba "El Chapo" Dipenjara Sementara"

Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved