Breaking News:

Inovasi

Kepala Bappeda Aceh: Inovasi Tidak Harus Selalu Berbasis IT

Dadek mencontohkan, salah satu langkah konkrit yang bisa diterapkan, terutama dalam rangka menunjang perekonomian masyarakat selama pandemi Covid-19,

For Serambinews.com
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kegiatan (P2K) Provinsi Aceh, T Ahmad Dadek. 

Laporan Fikar W.Eda/Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Inovasi tidak harus selalu yang berbasis IT, namun banyak hal-hal sederhana yang bisa dikreasikan dalam menunjang kinerja pemerintahan.

Pesan ini diutarakan Kepala Bappeda Aceh HT Ahmad dadek MH pada launching Inovasi Daerah Kabupaten Aceh Tengah di Takengon, Kamis (25/2/2021).

Dari Jakarta hadir Deputi Kebijakan Inovasi Administrasi Negara LAN RI, Tri Widodo, Kepala Puslatbang Kajian Hukum Administrasi Negara, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan sejumlah pejabat di Aceh Tengah.

Dadek mencontohkan, salah satu langkah konkrit yang bisa diterapkan, terutama dalam rangka menunjang perekonomian masyarakat selama pandemi Covid-19, adalah dengan penerapan 6T Resume Operasi Pasar, yaitu "Tepat Komoditi, Tepat Lokus, Tepat Modus, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu."

Pengadilan Dubai Kurangi Hukuman Sopir Bus Penabrak Tanda Peringatan, Menewaskan 17 Penumpang

Satu Bayi Washington Terinfeksi COvid-19, Partiket Virus 51.000 Kali Lebih Banyak dari Pasien Muda

Denyut Nadi Yus Mei Seperti Habis Lari, Lapar Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

“Ini semua untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dengan demikian, persoalan krusial dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat secara perlahan dapat teratasi,” ujar Ahmad Dadek.

Kepala Bappeda Aceh T Ahmad Dadek hadir beserta unsur Bidang Litbang, Bappeda Aceh memberikan paparan mengenai "Strategi Pengembangan dan Penguatan Inovasi di Lingkup Pemerintah Aceh."

Ia menekankan, penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu daerah dalam sistem NKRI.

“Efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antara Pemerintah Pusat dengan daerah dan antardaerah, potensi dan keanekaragaman daerah, serta peluang dan tantangan persaingan global dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara,” ujar Ahmad Dadek.

Dadek menjelaskan inovasi diperlukan untuk meningkatkan keparcayaan publik, meningkatkan partisipasi antaraktor, memperkuat akuntabilitas kinerja, peningkatan kualitas pelayanan, meningkatkan daya saing, dan mendorong kemandirian.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved