Jurnalisme Warga
Mangrove Park Sayeung yang Memesona
SEBULAN lalu Bupati Aceh Jaya meresmikan lokasi ekowisata hutan alam mangrove yang terletak di Sayeung Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti
OLEH MUKHSINUDDIN, M.M., Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, Aceh Barat, melaporkan dari Sayueng, Aceh Jaya
SEBULAN lalu Bupati Aceh Jaya meresmikan lokasi ekowisata hutan alam mangrove yang terletak di Sayeung Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Hutan mangrove tersebut yang lebih dikenal dengan nama Ekowisata Mangrove Park Sayeung merupakan salah satu tempat wisata di wilayah Aceh Jaya bahkan di kawasan barat selatan Aceh (Barsela).
Ketika saya bersama rombongan pulang dari Kota Banda Aceh. Sabtu, 20 Februari 2021 siang, kami singgah di lokasi Ekowisata Mangrove Park tersebut. Memang sudah lama keinginan saya untuk mengunjungi destinasi wisata baru ini. Tepatnya pukul 14.30 WIB kami memarkirkan mobil di pinggir jalan tepi laut yang begitu teduh oleh rindangnya pohon-pohon cemara.
Kami masuk ke dalamnya dengan membayar Rp5.000 untuk setiap orang. Setelah masuk, saya pun membaca buku-buku tentang edukasi mangrove yang dipajang di sebuah tempat khusus. Siapa pun pengunjung bebas untuk membacanya.
Saya terkagum-kagum melihat hutan mangrove yang begitu luas, hampir 30 hektare. Hutan mangrove ini sedang direhabilitasi oleh pemerintah. Kami menikmati bentangan mangrove dengan naik ke tempat yang tinggi. Tempat ini khusus dibangun sebagai spot foto bagi pengunjung.
Para pengunjung yang ingin melihat pemandangan di sepanjang sungai itu bisa naik boat yang disediakan oleh pengelola mangrove park tersebut.
Kami juga berwisata naik boat selama setengah jam di sekitar hutan mangrove. Memang senang dan mengasyikkan melihat bentangan mangrove sebagai salah satu objek wisata. Alamnya begitu asri dan menyejukkan hati, apalagi sarana yang disediakan di lokasi wisata tersebut sudah memadai, baik untuk swafoto, membaca buku-buku tentang edukasi mangrove, maupun boat untuk bertualang di antara hutan mangrove yang begitu luasnya.
Kehadiran lokasi wisata hutan mangrove di Aceh Jaya ini adalah bagian dari edukasi tentang alam mangrove yang harus kita lestarikan di wilayah barat selatan Aceh (Barsela).
Pengembangan ekowisata mangrove park ini sebagai destinasi wisata alam baru yang dikelola secara mandiri oleh Desa Sayeung Gampong Baro telah menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Ketika saya wawancarai salah seorang pengelola ia jelaskan bahwa pengembangan wisata hutan mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Aceh Jaya.
Ia juga yakin bahwa ekowisata mangrove park tersebut akan manjadi salah satu ekowisata menarik yang ada di Barsela.
Ekowisata mangrove yang berlokasi di Sayeung, Kecamatan Setia Bakti saat ini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar kabupaten. Saya mendengar penjelasan petugas bahwa setiap harinya puluhan pengunjung yang datang melihat Mangrove Sayeung Park ini. Angkanya jadi berlipat ganda pada hari-hari libur, terutama pada hari Minggu.
Di lokasi ini tersedia boat berkapasitas sekitar 10 orang untuk wisatawan yang ingin melihat rimbunnya pohon mangrove yang dikelilingi gunung dan bukit. Para wisatawan juga akan merasakan jernihnya air dan sesekali terlihat ikan kecil berenang di area dangkal.
Setelah kami menikmati mangrove park yang di depannya banyak juga warung nasi dan minuman yang tersedia, bahkan ada warung terkenal di situ menjual mi lobster.
Mengenal mangrove
Menurut para ahli, mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang dapat tumbuh serta bekembang pada habitat intertidal yang berada di antara daratan dan laut di daerah tropis dan subtropis. Dengan adanya interaksi ini menjadikan tanaman mangrove memiliki keanekaragaman yang tinggi berupa flora dan fauna laut, serta spesies darat lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mukhsinuddin-mm-koordinator-forum-a.jpg)