Breaking News:

Berita Nagan Raya

Nakes Dilarang Layani Warga Jika tak Punya Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Kadinkes

Oleh sebab itu, ke depan para nakes yang tidak memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 tidak diperbolehkan melayani masyarakat.

Serambi Indonesia
Dandim, Kapolres, dan Kajari memperlihatkan sertifikat telah menjalani vaksinasi Covid-19 di RSUD SIM Nagan Raya, Rabu (24/2/2021). 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tenaga kesehatan (nakes) dan Forkopimda yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Nagan Raya langsung mendapatkan sertifikat.

Oleh sebab itu, ke depan para nakes yang tidak memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 tidak diperbolehkan melayani masyarakat.

"Peserta yang telah mengikuti vaksinasi diberikan sertifikat," kata Kadis Kesehatan Nagan Raya, H Said Azman kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Said Azman mengatakan hal itu di sela-sela vaksinasi tahap kedua atau ulang terhadap nakes dan Forkopimda di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya.

"Sertifikat ini akan menjadi bukti bahwa yang bersangkutan telah menjalani vaksinasi dan bebas dalam segala hal," katanya.

Baca juga: 1.426 Vial Vaksin Sinovac Tahap II Tiba di Kota Langsa, Hari Ini Didistribusikan ke Puskesmas dan RS

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Aceh Capai 9.513 Orang, Ada Tambahan Kasus Baru 26 Orang, Ini Rinciannya

Baca juga: Sejumlah Nakes Alami KIPI Sinovac, Ini Penjelasan Dinkes

Menurut Kadinkes, dalam berbagai kegiatan ke depan, sertifikat telah ikut vaksinasi sangat berguna.

"Bagi nakes yang tidak ada sertifikat telah divaksinasi, maka mereka tidak bisa melayani masyarakat," jelasnya.

Untuk nakes, kata Said, yang sudah menjalani vaksinasi lebih 90 persen. Jumlah nakes seluruhnya di Nagan Raya sebanyak 1.669 orang.

Jadi, saat ini ada sejumlah nakes yang ditunda penyuntikan tahap pertama karena sejumlah hal dan mereka akan menyusul ke depan.

Sementara itu, unsur Forkopimda dan tenaga kesehatan (nakes) di Nagan Raya kembali menjalani vaksinasi Covid-19, Rabu (24/4/2021).

Baca juga: Ini Langkah Strategis Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Mewujudkan Agar Aceh Zero Accident

Baca juga: PDAM Putus Sambungan Ratusan Pelanggan

Baca juga: Program Vaksinasi Covid-19 di Banda Aceh Capai 97,6 Persen, Sudah 6.228 Nakes Disuntik

Vaksinasi ulang atau penyuntikan tahap kedua tersebut berlangsung di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM).

Penyuntikan tahap kedua itu diawali Ketua Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue, Ngatemin, berlanjut Dandim Letkol Inf Guruh Tjahyono, dan Kapolres AKBP Risno.

Selain penyuntikan ulang, sejumlah anggota Forkopimda juga menjalani penyuntikan perdana karena belum disuntik tahap pertama dulu.

Mereka yang menjalani penyuntikan perdana tersebut, yakni Kajari Dudi Mulyakesumah dan Ketua Mahkamah Syariyah.

Baca juga: Jadwal Keberangkat Umrah Pimpinan Balai dan Dayah Teladan Lhokseumawe Bergeser, Ini Penjelasan DSI

Baca juga: Aceh Tamiang Distribusikan Dosis Pertama Sinovac untuk Penyuntikan Tahap Dua

Baca juga: 2 Bulan Lebih tanpa Kasus, Kini Bertambah Satu Pasien Probable Covid-19 di Abdya, Ini Data Lengkap

Turut hadir pada penyuntikan tersebut, Sekda Nagan Raya, H Ardimartha, Wakil Ketua DPRK Puji Hartini, Kadis Kesehatan Said Azman, Direktur RSUD SIM drg Doni Asrin, dan sejumlah anggota Satgas Covid-19.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved