Jumat, 1 Mei 2026

Warga Bawa Jenazah Kakek 69 Tahun dengan Perahu, Terobos Banjir yang 3 Hari Belum Surut

Jenazah Sukardjo (69) terpaksa dibawa menggunakan perahu karet untuk menerobos banjir, Jumat (26/2/2021).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/BPBD Kota Semarang
Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Jenazah Sukardjo (69) terpaksa dibawa menggunakan perahu karet untuk menerobos banjir, Jumat (26/2/2021).

Perlu diketahui sebelumnya, sudah semenjak 3 hari lalu banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Dilaporkan, pada awal Februari lalu kelurahan tersebut sempat dikepung banjir dan air sudah mulai surut.

Namun, sejak hujan deras melanda pada 23 Februari lalu, genangan air di kelurahan tersebut kembali meluap dan hingga kini belum juga surut.

Warga pun rela menerobos genangan air dengan ketinggian sekitar sepinggang orang dewasa membantu membawa keranda jenazah Sukardjo.

Perahu karet itu merupakan pinjaman dari BPBD Kota Semarang.

"Beliau meninggal pukul 00.30 WIB punya riwayat penyakit asma.

Beliau tinggal di warung bersama anak dan istrinya di RT 005 RW 001. Tetapi domisili di RT 001, RW 003," jelas Lurah Trimulyo Katarina Nevy Herawati saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021).
Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021). (KOMPAS.com/BPBD Kota Semarang)

Nevy menjelaskan, warga memutuskan membawa keranda menggunakan perahu karet menuju pemakaman karena akses jalan di wilayahnya terendam banjir.

Puluhan warga menempuh jarak dari pemukiman menuju pemakaman sekitar 1,5 km.

Beruntung, pemakaman yang terletak di Trimulyo Timur tidak tergenang banjir sehingga jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans.

"Ada sekitar 40 warga yang ikut membantu evakuasi.

Kita upayakan koordinasi dengan BPBD untuk bantuan armada perahu karet dan ambulance untuk evakuasi ke makam Trimulyo Timur yang memang tidak terdampak banjir saat ini," ujarnya.

Selain dibantu warga setempat, proses pemakaman juga dibantu petugas BPBD, TNI/Polri dan relawan.

"Pemakaman berlangsung lancar tanpa kendala. Sudah kami makamkan tadi sekitar pukul. 10.00 WIB, selesai pukul 10.30 WIB," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya warga yang membutuhkan bantuan karena ada anggota keluarga yang meninggal di Trimulyo, Kecamatan Genuk Semarang.

BPBD Kota Semarang dan Sarda Jateng membawa empat perahu, namun hanya terpakai dua.

Satu perahu untuk jenazah dan satunya untuk membawa keluarga.

"Betul tadi anggota BPBD dibantu komunitas relawan," katanya lewat pesan singkat kepada wartawan.

Kasus Serupa, Warga Gotong Keranda Mayat Terobos Banjir

Viral, video yang memperlihatkan puluhan warga menerobos banjir sambil membawa keranda mayat. Dari penelusuran, peristiwa itu terjadi di Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (11/2/2021).(Tangkapan layar video)
Viral, video yang memperlihatkan puluhan warga menerobos banjir sambil membawa keranda mayat. Dari penelusuran, peristiwa itu terjadi di Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (11/2/2021).(Tangkapan layar video) 

Viral di media sosial dan WhatsApp sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga menerobos banjir sambil menggotong keranda mayat.

Berdasarkan tayangan video, tampak lebih dari 20 orang mengangkat sebuah keranda secara bergantian melintasi terowongan yang tergenang air setinggi kurang lebih 1 meter.

Hasil penelusuran Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di wilayah yang dilanda banjir, di wilayah Dukuh Kalipuro, Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Perangkat Desa Bandar Kedungmulyo, Muhaimin mengatakan, peristiwa yang terekam dalam video terjadi pada Kamis pagi.

Kejadian itu merupakan proses pengantaran jenazah seorang perempuan lansia yang meninggal dari rumah duka menuju pemakaman umum desa.

"Pemakaman lewat terowongan underpass itu memang benar. Itu warga (Dukuh) Kalipuro (Dusun Kedunggabus). Makamnya ada di Dusun Kedunggabus," kata Muhaimin, saat ditemui Kompas.com di lokasi pengungsian korban banjir, Kamis (11/2/2021).

Jalan terowongan yang diterobos puluhan warga saat mengangkat keranda merupakan salah satu titik lokasi banjir yang hingga saat ini belum surut.

Underpass Tol Jombang-Kertosono tersebut menjadi satu-satunya akses dari perkampungan warga di seberang jalan tol menuju pemakaman umum Desa Bandar Kedungmulyo.  

Menurut Muhaimin, warga terpaksa menerobos banjir untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman karena tidak ada pilihan lain.

"Kalau lewat terowongan, jarak dari rumah ke pemakaman umum sekitar 700 meter. Tapi Kalau memutar (lewat jalur lain), jaraknya sekitar 7 kilometer," kata Muhaimin.

Dia mengungkapkan, selama banjir melanda sejak Jumat pekan lalu, ada tiga warga yang meninggal dunia dan proses pemakaman harus dilakukan dengan menerobos banjir.

Adapun lokasi pemakaman umum Desa Bandar Kedungmulyo berada di wilayah yang lebih tinggi sehingga tidak terdampak oleh banjir.

Muhaimin menambahkan, hingga Kamis ini masih ada 400 lebih warga Desa Bandar Kedungmulyo yang masih tinggal di pengungsian.

Sebagian wilayah Desa Bandar Kedungmulyo sudah terbebas dari banjir.

Namun di sebagian wilayah, masih ada genangan antara 40 - 60 sentimeter.

Seperti diketahui, sejak Jumat (3/2/2021) malam, wilayah Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, dilanda banjir dan membuat ribuan warga mengungsi.

Pada Kamis (11/2/2021), banjir di sebagian wilayah Desa Bandar Kedungmulyo itu sudah surut.

Namun, di sebagian wilayah, banjir masih menggenang.

Salah satu titik yang belum terbebas dari banjir yakni jalan Underpass Tol Jombang - Kertosono, di Dukuh Kalipuro, Dusun Kedunggabus.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Bicara Soal Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Pandemi

Baca juga: Nagan Raya adakan Rakor Cegah Karhutla, Keuchik Diminta Data Warga yang Buka Lahan

Baca juga: Kronologi Intel Polisi Diteriaki Maling, Acungkan Pistol Direbut Pak RW, Briptu Pramudya Diikat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

(Kompas.com/ Riska Farasonalia)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved