Breaking News:

Rutan Kelas IIB Takengon Terima Dua Penghargaan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon menerima dua penghargaan predikat terbaik dari Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh

SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Petugas Rutan Kelas IIB Takengon menggelar gotong-royong memperindah serta membersihkan area rutan dalam rangka memeriahkan HUT ke-444 Kota Takengon, Jumat (19/2/2021). 

TAKENGON - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon menerima dua penghargaan predikat terbaik dari Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh, Kementerian Hukum dan HAM, terkait capaian kinerja aplikasi SMART dan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2020.

Penghargaan tersebut, diterima di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) jajaran Kanwil Kemenkumham Aceh, Tahun 2021 di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Rakor bertemakan adaftif, kreatif dan inovatif menuju kinerja Kumham lebih pasti diselenggarakan 22-24 Pebruari 2021 lalu.

“Alhamdulillah, Rutan Kelas IIB Takengon, bisa menyabet dua penghargaan terbaik sekaligus. Tentu, semuanya hasil kerjasama yang baik antara seluruh pegawai rutan,” kata Plt Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, Husni SH MH, Jumat (26/2/2021).

Dituturkan, diterimanya penghargaan capaian aplikasi SMART dan IKPA Tahun 2021, merupakan tantangan di masa yang akan datang karena selain harus mempertahankan prestasi yang ada juga, diupayakan di tahun depan bisa lebih baik lagi. “Tentu, kami tidak lantas puas, tetapi harus bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjutnya, diraihnya dua penghargaan untuk Rutan Kelas IIB Takengon, merupakan hasil kerja keras dan jerih payah seluruh pegawai dan petugas rutan dalam menciptakan kerja yang baik, bersih serta pelayanan yang maksimal. “Kami mengakui, masih ada beberapa kekurangan serta keterbatasan, tetapi perlahan akan terus dibenahi,” lanjut Husni.

Sementara itu, salah satu kendala yang kerab terjadi di Rutan Kelas IIB Takengon, terkait dengan ketersediaan air bersih. Pasalnya pasokan air bersih ke lembaga pemasyarakatan itu, sering terganggu sehingga berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan di dalam rutan.

Alasannya, jumlah warga binaan pemasyaratakatan yang ada di Rutan Kelas IIB Takengon, telah melebihi kapasitas hingga ratusan persen. Ketersediaan air bersih, merupakan persoalan penting yang tidak bisa ditunda. “Kadang, kalau air mampet terpaksa kami pasok dengan mobil pemadam kebakaran,” ujar Husni.

Untuk itu, Husni berharap untuk mengantisifasi terganggunya pasokan air bersih harus dibuat sumur bor sehingga bisa mengurangi kesulitan akan air bersih. “Jika bisa, Pemda dapat membantu satu unit mobil tanki yang bisa di standby kan di rutan agar ketersediaan air tetap normal. Apalagi kan, WBP sebagian besar warga Aceh Tengah,” pungkasnya.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved