Breaking News:

Limbah

CV Nagana Mineral: Kami Hanya Membeli Limbah, Bukan Penambang

Namun demikian, jikapun ada persyaratan yang dinilai belum lengkap, pihaknya juga bersedia untuk melengkapinya sesuai prosedur dan peraturan perundang

SERAMBINEWS/TAUFIK ZASS
Wakil Direktur CV Nagana Mineral, Teuku Sukandi didampingi Direktur CV Nagana Mineral, Sumardi S.Km dan salah seorang tokoh masyarakat Aceh Selatan, Teuku Darmasyah menggelar konferensi Pers terkait limbah tambang tradisional yang ditampung mereka, Minggu (28/2/2021). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Wakil Direktur CV Nagana Mineral, Teuku Sukandi mengaku perusahaannya memiliki izin terkait kegiatan penampungan limbah hasil tambang tradisional yang saat ini disorot oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Selatan.

Namun demikian, jikapun ada persyaratan yang dinilai belum lengkap, pihaknya juga bersedia untuk melengkapinya sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan berlaku.

“Perusahaan kami hanya membeli limbahnya saja, bukan perusahaan pertambangan. Karena yang kita beli cuma limbahnya, kami pahami Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) itu hanya berlaku untuk usaha pertambangan. Misalnya, jika kita beli limbah Peternakan, apakah kita wajib mengurus Izin Peternakan,? Jika wajib, kami juga siap untuk mengurusnya,” kata Teuku Sukandi dalam konferensi Pers yang berlangsung, di Cafe Sawung Bambu Tapaktuan, Minggu (28/2/2021).

Konferesnsi Pers turut dihadiri Direktur CV Nagana Mineral, Sumardi SKm dan salah seorang tokoh masyarakat Aceh Selatan Teuku Darmansyah.

Tujuan digelarnya konferensi pers ini untuk meluruskan informasi agar berita yang disajikan oleh para wartawan terkait limbah yang dibeli CV Nagana Miniral ini betul-betul berimbang.

“Usaha yang kita jalankan ini tidak merugikan negara, karena kita bukan perusahaan penambang. Kita cuma membeli limbah dari penambang tradisional yang jika dibiarkan bisa menjadi ancaman untuk lingkungan karena mengandung zat kimia berbahaya seperti merkuri atau air raksa. Di samping itu, kehadiran perusahaan kita juga bisa membantu ekonomi masyarakat penambang tradisonal, Pemerintah Desa dan Daerah dari restribusi dan pajak,” ungkap T Sukandi.

Tersisa Satu Warga Lhokseumawe yang Masih Terpapar Covid-19, 432 Sudah Sembuh

Penerima Kartu Prakerja Gelombang 12 Akan Diumumkan Awal Maret, Begini Cara Cek Lolos atau Tidak

Kawanan Lumba-lumba Gigit Jaring Nelayan Pidie Jaya, Berbagai Jenis Ikan Lepas

Dijelaskannya, CV Nagana Miniral ini baru beroperasi setelah terpenuhinya persyaratan mulai dari akta notaris, sampai perizinan yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Selatan.

“Jadi sesuai aturan, perizinan mengenai CV Nagana Miniral ini sudah ada. Jika ditanya apakah itu sudah sempurna tentu jawabanhya belum. Namun demikian, dari ketidak sempurnaan itu kita berjalan sehingga bisa kita perbaikan kembali,” ungkapnya.

Menurut Teuku Sunadi, kehadiran CV Nagana Miniral ini bisa membantu penambang tradisional yang tersebar hampir di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dan menghindari ancaman lingkungan karena para penambang tradisional mengolah dengan memakai merkuri atau air raksa.

Halaman
123
Penulis: Taufik Zass
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved