Lifestyle
Ini 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif, Jangan Dimarahi
Kuncinya, kita sebagai orangtua perlu tahu dulu penyebab anak batita kita memiliki perilaku negatif.
Untuk batita berusia 1,5 tahun, mereka belum bisa berkonsentrasi penuh lebih dari 15 menit.
Jadi kalau kita memintanya untuk diam, biasanya si batita akan gelisah, dan keluar dalam bentuk menangis bahkan merusak.
3. Egosentrisme Pada Anak
Egosentrisme pada anak kecil beda dengan orang dewasa.
Pada anak kecil, maknanya bukan “egois” seperti yang kita ketahui.
Pada batita, egosentrisme adalah ketidakmampuan anak dalam memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.
Anak batita yang berusia 1 hingga 3 tahun memang berada dalam fase egosentris.
Mengapa? Sebab batita Kawan Puan masih kesulitan memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.
Dia mau mainan temannya, dia pun akan mengambil mainan itu.
Teman batitanya tak ingin memberikan mainan itu? Dia tidak peduli, dan mungkin akan merampasnya.
Dari contoh tadi saja, egosentrisme bisa turut berperan dalam perilaku negatif.
Tapi, egosentrisme bukan sumber penyebab batita berperilaku negatif, Kawan Puan.
Sebab, tidak semua anak usia ini berperilaku negatif.
Jadi, sebelum Kawan Puan memarahi anak dan menganggap serta menyebutnya anak nakal, pahami dulu apa penyebabnya.
Saat sudah tahu, baru cari tahu cara menanganinya dengan baik. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jangan Dimarahi, Pahami 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-2-tahun-meninggal-karena-sengatan-listrik-setelah-masukkan-sendok-besi-ke-kabel-ekstensi.jpg)