Lifestyle
Ini 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif, Jangan Dimarahi
Kuncinya, kita sebagai orangtua perlu tahu dulu penyebab anak batita kita memiliki perilaku negatif.
Emosi dari dalam diri anak inilah yang mendorongnya berperilaku negatif.
Misalnya, dengan berteriak, menangis, atau ngambek.
Intinya, dia akan melakukan itu saat merasa tidak senang atas sesuatu hal.
Si batita kecil merasa tidak nyaman atas berbagai emosi negatif yang dia rasakan.
Dia tidak mengerti apa yang dirasakannya, dan tidak tahu cara mengomunikasikannya, sehingga timbul tindakan fisik untuk mengatasi hal ini.
Contoh yang biasa terjadi: Dia marah pada sesama batita lain, tapi dia tak bisa mengatakan, "Aku kesal, sebab kamu diam saja saat kuajak bermain."
Akhirnya, batita Kawan Puan mengeluarkan ini dengan, misalnya, memukul untuk menunjukkan kekesalannya.
2. Anak Punya Energi Berlebih
Tak hanya batita, setiap anak umumnya memiliki energi berlebih dalam beraktivitas.
Ini yang membuat kita sering berkata, "Anak itu kayak enggak ada capeknya!"
Hanya saja, energi ekstra ini kalau tidak disalurkan dengan tepat bisa menyebabkan perilaku negatif, khususnya dalam bentuk agresivitas.
Secara tak langsung batita sedang mengeluarkan energ berlebihnya itu.
Sebab perilaku agresif membutuhkan banyak energi.
Penyebab lain dari sikap agresif adalah karena batita Kawan Puan harus memusatkan perhatian selama beberapa waktu.
Kalau waktu itu sudah semakin lama dan melampaui kemampuan anak, maka perilaku negatif dalam bentuk agresivitas juga bisa muncul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-2-tahun-meninggal-karena-sengatan-listrik-setelah-masukkan-sendok-besi-ke-kabel-ekstensi.jpg)