Jumat, 17 April 2026

Lifestyle

Ini 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif, Jangan Dimarahi

Kuncinya, kita sebagai orangtua perlu tahu dulu penyebab anak batita kita memiliki perilaku negatif.

Editor: Mursal Ismail
Facebook Eloisa Acay Angara
FOTO TAK TERKAIT DENGAN BERITA - Balita berusia 2 tahun, Jack Angara asal Filipina meninggal setelah memasukkan sendok besi ke lubang kabel ekstensi. 

Emosi dari dalam diri anak inilah yang mendorongnya berperilaku negatif.

Misalnya, dengan berteriak, menangis, atau ngambek.

Intinya, dia akan melakukan itu saat merasa tidak senang atas sesuatu hal.

Si batita kecil merasa tidak nyaman atas berbagai emosi negatif yang dia rasakan.

Dia tidak mengerti apa yang dirasakannya, dan tidak tahu cara mengomunikasikannya, sehingga timbul tindakan fisik untuk mengatasi hal ini.

Contoh yang biasa terjadi: Dia marah pada sesama batita lain, tapi dia tak bisa mengatakan, "Aku kesal, sebab kamu diam saja saat kuajak bermain."

Akhirnya, batita Kawan Puan mengeluarkan ini dengan, misalnya, memukul untuk menunjukkan kekesalannya.

2. Anak Punya Energi Berlebih

Tak hanya batita, setiap anak umumnya memiliki energi berlebih dalam beraktivitas.

Ini yang membuat kita sering berkata, "Anak itu kayak enggak ada capeknya!"

Hanya saja, energi ekstra ini kalau tidak disalurkan dengan tepat bisa menyebabkan perilaku negatif, khususnya dalam bentuk agresivitas.

Secara tak langsung batita sedang mengeluarkan energ berlebihnya itu.

Sebab perilaku agresif membutuhkan banyak energi.

Penyebab lain dari sikap agresif adalah karena batita Kawan Puan harus memusatkan perhatian selama beberapa waktu.

Kalau waktu itu sudah semakin lama dan melampaui kemampuan anak, maka perilaku negatif dalam bentuk agresivitas juga bisa muncul. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved