Bus Sekolah

Bus Sekolah di Gayo Lues Masih Digudangkan karena tak Ada Anggaran Operasional

Sudah dua bulan lebih bus sekolah itu dijemur atau digudangkan di kompleks terminal Blangkejeren tidak beroperasi, meskipun aktivitas sekolah sudah no

Penulis: Rasidan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RASIDAN
Sebanyak 15 unit bus sekolah milik Pemkab masih digudangkan di Terminal Blangkejeren, setelah tidak tersedia lagi anggaran operasionalnya, Senin (1/3/2021). 

Laporan Rasidan I Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Bus sekolah milik Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus) masih digudangkan di Terminal Blangkejeren, karena tak memiliki anggaran operasional untuk tahun anggaran 2021 dalam APBK.

Pantauan Serambinews.com, Senin (1/3/2021), bus sekolah yang masih digudangkan itu sebanyak 15 unit dan yang layak beroperasi hanya 13 unit, sedangkan 2 unit lainnya rusak dan tidak layak beroperasi.

Sudah dua bulan lebih bus sekolah itu dijemur atau digudangkan di kompleks terminal Blangkejeren tidak beroperasi, meskipun aktivitas sekolah sudah normal kembali. Begitu juga dengan aktivitas perkuliahan di kampus Unsyiah Blangnangka Galus.

Kadis Perhubungan Galus, Nopal, kepada Serambinews.com, mengatakan, bus sekolah yang selama ini digudangkan di terminal itu akibat tidak ada lagi anggaran untuk operasionalnya pada tahun anggaran 2021.

Nopal mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Sekdakab Galus sebelumnya terkait dengan anggaran tersebut, sehingga diambil upaya lain agar bus sekolah itu bisa difungsikan dan beroperasi kembali.

Hama Ulat Serang Persemaian Padi Petani di Aceh Timur

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Capai 6 Hektare, Pemadaman Terkendala Kurangnya Sumber Air

Karhutla di Nagan Raya Meluas, Upaya Pemadaman Berlanjut

"Hingga saat ini bus sekolah milik Pemkab Galus yang digudangkan itu sebanyak 15 unit di terminal Blangkejeren, setelah tidak tersedia dan ditampung lagi anggaran operasionalnya pada APBK 2021 sebelumnya," sebutnya.

Lanjutnya, upaya yang dilakukan dengan mengambil kebijakan untuk mendahului anggaran untuk operasional beberapa bus tersebut yang sifatnya mendesak sesuai kebutuhan masyarakat dan sekolah.

"Dalam waktu dekat ini sejumlah bus sekolah itu diwacanakan akan kembali beroperasi, terutama untuk wilayah yang tidak ada angkutan umumnya melintas sekolah seperti beberapa desa di Kecamatan Blangjerango dan sejumlah kecamatan lainnya," sebutnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved