Breaking News:

Opini

Kadar Islamisitas di Nanggroe Syariat

ISLAM tidak hanya sebatas sistem teologi, melainkan adalah suatu sistem peradaban yang lengkap. Ruang lingkup telaahan Islam

Kadar Islamisitas di Nanggroe Syariat
FOTO IST
A. Wahab Abdi Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala

A. Wahab Abdi

Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala

ISLAM tidak hanya sebatas sistem teologi, melainkan adalah suatu sistem peradaban yang lengkap. Ruang lingkup telaahan Islam mencakup semua dimensi kehidupan. Dimensi dimaksud mencakup doktrin, ritual peribadatan, narasi kesejarahan, pengalaman dan emosi, etika dan hukum, sosial, politik dan materi.

Sebagai suatu peradaban, kajian tentang muatan nilai-nilai Islam sudah dilakukan sejak lama, baik oleh cendikiawan Muslim maupun non-muslim. Kajian-kajian yang menggunakan pendekatan antropologi dan sosiokultural kemudian menghasilkan aneka rumusan keagaman yang bertalian dengan sosial budaya. Terakhir adalah munculnya istilah indeks islamisitas (islamicity index) yang dikembangkan oleh Scheherazade S. Rehman dan Hossein Sakari.

Hasil survei terhadap 208 negara yang dilakukan oleh kedua peneliti tersebut dengan judul "How Islamic Are Islamic Countries?" yang dipublikasi dalam Global Economy Journal, Volume 10, Issue 2, Mei 2010, menempatkan negara-negara Islam pada rangking gemuk. Indonesia sebagai negara yang menyoritas Muslim berada pada urutan 140. Hanya Malaysia yang berada pada urutan 38.

Sementara itu, peringkat 10 terbaik ditempati oleh negara nonmuslim atau manyoritas nonmuslim, yakni Selandia Baru (1), Luexembourg (2), Irlandia (3), Islandia (3), Finlandia (4), Denmark (6), Kanada (7), Inggris (8), Australia (9), dan Belanda (10).

Hasil ini membangkitkan memori kesejarahan yang direkam satu abad yang lalu oleh ilmuwan dan pemikir modernis Islam asal Mesir, Muhammad Abduh. Pemikir pembaharu Islam ini mengatakan "Saya pergi ke Barat dan saya melihat Islam, tapi tidak melihat adanya Muslim. Sebaliknya, saat saya kembali ke Timur, saya melihat Muslim, tapi saya tidak melihat Islam".

Banyak peristiwa lain yang memperlihatkan nonmuslim berperilaku islamisitas. Dalam dunia olahraga misalnya, bagaimana pelari Spanyol, Ivan Fernanzed Anaya pada cross-country di Burlada, Spanyol tahun 2012 berteriak agar pelari Kenya, Abel Mutai segera melewati garis finis. Fernandez melakukan itu karena Mutai adalah

pemenangnya, tapi berhenti beberapa meter sebelum garis finis karena Mutai tak jelas membaca garis finis. Padahal Fernandez bisa dengan mudah meraih juara itu. Tapi tak mau dilakukan karena Mutai yang berhak mendapatkan juara.

Sebagai Otokritik

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved