Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Kasus Jalan Muara Situlen - Gelombang, Kejati Aceh Telah Periksa 30 Saksi Termasuk Sekda Agara

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah memeriksa 30 orang sebagai saksi diantaranya Sekda Aceh Tenggara....

For Serambinews.com
Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH. 

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah memeriksa 30 orang sebagai saksi diantaranya Sekda Aceh Tenggara.

"Kita memeriksa Sekda Agara sebagai saksi dalam kasus pekerjaan jalan Muara Situlen - Gelombang di Agara,"ujar Kepala Seksi (Kasi) Penkum, H Munawal Hadi SH MH kepada serambinews.com, Senin (1/3/2021).

Seperti diketahui, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sudah menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan Jalan Muara Situlen-Gelombang di Aceh Tenggara (Agara) tahun 2018 dengan pagu Rp 11,6 miliar.

Kelima tersangka tersebut yaitu J sebagai KPA (mantan kepala UPTD Dinas PUPR Aceh), SA sebagai PPTK, KS dan KR masing-masing selaku rekanan. Sedangkan satu tersangka lagi sudah meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Kajati Aceh, Muhammad Yusuf melalui Aspidsus R Raharjo Yusuf Wibisono SH MH dalam acara coffee morning antara Kajati dengan wartawan di kantin kantor setempat, Senin (11/1/2021).

Raharjo menyatakan, para tersangka ditetapkan beberapa waktu lalu. Mereka disangkakan melanggar Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tapi para tersangka belum ditahan.

Pihak kejaksaan beralasan masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh. "Estimasi kerugian negara menurut penyidik sekitar Rp 2 miliar," katanya.  

Dalam kasus itu, modus operandi yang dilakukan para tersangka dengan cara mengalihkan anggaran yang seharusnya diplotkan untuk jalan provinsi (jalan Muara Situlen) ke jalan kabupaten (jalan Kuta Tingkem).

Adapun anggaran untuk pekerjaan Jalan Muara Situlen Rp 10 miliar lebih, sedangkan anggaran pekerjaan Jalan Kuta Tingkem Rp 2 miliar lebih yang bersumber dari APBA 2018.

Pada saat pelaksanaan, jelas Raharjo, anggaran untuk pekerjaan Jalan Muara Situlen dialihkan untuk pekerjaan  Jalan Kuta Tingkem oleh rekanan. Pengalihan itu dinilai telah melanggar hukum karena tidak sesuai kontrak.(*)

Baca juga: Pengaspalan Jalan Blang Gandai-Alue Limeng Jeumpa Dilanjutkan Tahun Ini

Baca juga: Turki Kutuk Kekuatan Militer yang Menewaskan Sipil di Myanmar, Stop Kekerasan Terhadap Pendemo!

Baca juga: Relaksasi BPJamsostek Bantu Perusahaan Terdampak Covid-19

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved