Selasa, 19 Mei 2026

Berita Abdya

Harga Gabah di Bawah HPP, DPRK Abdya Minta Bulog tak Tutup Mata dan Tampung Padi Petani

Menurut Julinardi, harga Rp 4.100 per kilogram itu, di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp 4.200 per kilogram.

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Anggota DPRK Abdya, Julinardi 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Julinardi meminta Perum Bulog Sub Divre Blangpidie tidak tutup mata terkait anjloknya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, yang kini sebesar Rp 4.100 per kilogram.

“Anjloknya harga gabah kering di tingkat petani sebesar Rp 4.100 per kilo, sudah sepatutnya Bulog turun tangan,” ujar anggota DPRK Abdya, Julinardi kepada Serambinews.com, Rabu (3/3/2021).

Menurut Julinardi, harga Rp 4.100 per kilogram itu, di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp 4.200 per kilogram.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah atau Beras pada 16 Maret 2020.

Besaran HPP yang ditetapkan dalam Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tersebut, yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 4.200/kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.250/kg.

Baca juga: Sri Elly Kembali Pimpin PGRI Kota Jantho, Terpilih Lagi di Konfercab 2021

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Jadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia, Begini Tanggapan Ketua Umum PBNU

Baca juga: Izin Pergi Memancing Ikan di Sungai, Warga Trumon Timur tak Kunjung Pulang, Diduga Tenggelam

Kemudian, gabah kering giling (GKG), HPP di tingkat penggilingan Rp 5.250/kg dan di gudang Bulog sebesar Rp 5.300/kg, serta beras di gudang Perum Bulog Rp 8.300/kg.

“Kami minta Bulog jangan tutup mata dan pura-pura tidak tahu dengan rendahnya pembelian harga gabah petani tersebut,” tukasnya.

Karena, sambung Julinardi, pembelian harga gabah petani oleh para agen saat ini, sudah dibawah HPP.  “Jadi tidak ada alasan Bulog tidak tampung,” tukasnya.

Sementara itu, Kasi Petugas Pasar Bulog VI Wilayah Blangpidie, Hilal Kudus saat dikonfirmasi ke nomor handphone yang biasa dihubungi tak menjawab panggilan.

Baca juga: VIDEO Lancarkan Aksi di Hotel, Dua Tersangka Perdagangan Satwa Liar Digeruduk Polisi

Baca juga: Indonesia Canangkan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Bertahap, Potensi Tersebar Seluruh Daerah

Baca juga: Kasus Damkar Nyaris Diamuk Warga Gara-gara Tangki Air Kosong, Begini Penjelasan Kalak BPBD Pidie

Bahkan pesan WhatsApp yang dikirim ke Kasi Petugas Pasar Bulog VI Wilayah Blangpidie ini juga tak dibalas.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved