Kamis, 7 Mei 2026

Kapolda Tindak Tegas Pembakar Lahan, Saat Tinjau Karhutla di Nagan Raya

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, menyatakan, pihaknya akan menindak tegas pembakar hutan dan lahan di wilayah Aceh

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS/RIZWAN
Kapolda Aceh didampingi Bupati Nagan Raya dan Bupati Aceh Barat meninjau karhutla di Suak Puntong, Kuala Pesisir, Nagan Raya, Selasa (2/3/2021). 

SUKA MAKMUE - Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, menyatakan, pihaknya akan menindak tegas pembakar hutan dan lahan di wilayah Aceh. “Tidak ada kompromi, semua pihak yang terlibat pembakaran hutan dan lahan akan kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolda kepada wartawan saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Selasa (2/3/2021).

Dalam peninjauan itu, Kapolda didampingi Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Djon Afriandi, Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, Kapolres dan Dandim 0116/Nagan Raya, Kapolres dan Dandim 0105/Aceh Barat, Danyonif 116/GS, serta sejumlah pejabat lainnya.

Lokasi karhutla yang ditinjau Kapolda kemarin berada di belakang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 yang kini sedang dalam pengerjaan fisik. Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga menyemangati para personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Polri, TNI, dan Brimob yang sedang memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Menurut Irjen Pol Wahyu Widada, pihaknya sedang menyelidiki penyebab karhutla yang kini terjadi pada sejumlah daerah di Aceh. “Masih kita selidiki. Dari sejumlah daerah, yang besar kebakaran hutan dan lahannya ya di sini (Nagan Raya-red)," ungkap Kapolda.

Wahyu kembali meminta semua pihak untuk tidak membakar lahan di musim kemarau seperti saat ini. Sebab, menurutnya, tindakan itu akan berdampak buruk bagi lingkungan. "Mari kita jaga lingkungan untuk anak cucu kita. Jangan bakar lahan," pintanya. Kapolda menambahkan, peninjauan  itu sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam upaya penanganan karhutla di Aceh.

Dikatakan, tim gabungan masih terus memadamkan api. Ia berharap karhutla di perbatasan Nagan Raya dan Aceh Barat, itu bisa secepatnya padam. “Kebakaran sudah berkurang, tapi asapnya masih banyak karena yang terbakar sebagian besar lahan gambut. Jadi, perlu dilakukan pendinginan terlebih dulu supaya api bisa padam total,” timpal Wahyu Widada.

Kapolda juga meminta Bupati Aceh Barat dan Nagan Raya untuk segera melengkapi peralatan pemadam kebakaran yang masih kurang. Sehingga penanganan Karhutla bisa dilakukan secara maksimal. “Kami juga mengajak semua pihak baik masyarakat maupun korporasi atau badan usaha yang sah untuk menjaga alam dengan pelestarian hutan dan lahan,” ajaknya.

Sementara Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno, bersama Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono, melaporkan, pemadaman karhutla di kawasan itu masih terus dilakukan agar kebakaran tidak terus meluas.

Penjelasan hampir sama juga disampaikan Bupati Aceh Barat, Ramli MS. Menurut Bupati, pihaknya sudah memerintahkan BPBD setempat untuk segera memadamkan api yang membakar lahan gambut tersebut agar tidak meluas ke lahan lain. Ramli juga meminta kepada perusahaan di sekitar lokasi karhutla agar membantu menyediakan mesin pompa air guna memperlancar penyiraman lahan yang terbakar tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Aceh yang berangkat dari Banda Aceh menggunakan helikopter mendarat di Lapangan Yonif 116/GS. Kapolda disambut Danrem 012/Teuku Umar dankemudian menuju ke ruang transit Mayonif 116/GS. Dari Yonif 116/GS, Kapolda dan rombongan meninjau dua lokasi karhutla.

Kedua lokasi itu masing-masing di kawasan PT Mifa Bersaudara, Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, dan di belakang proyek pembangunan PLTU 3-4, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Setelah sekitar satu jam meninjau lokasi karhutla, Kapolda kembali ke Yonif 116/GS dan kemudian terbang lagi menuju Banda Aceh.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Nagan Raya dan Aceh Barat hingga Selasa (2/3/2021) belum padam total. Dampaknya, asap pekat yang muncul dari kebakaran lahan itu  menyelimuti jalan nasional di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, dan Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo.

Kabut asap pekat tersebut dirasakan oleh masyarakat sejak Subuh hingga pukul 10.00 WIB. Menjelang siang, asap tersebut mulai berkurang meski belum hilang total. Menurut pengendara, kabut asap itu mengg jarak pandang dan pernapasan mereka. "Kabut asap sudah sangat pekat," ujar seorang pengendara yang tak mau disebutkan namanya kepada Serambi, kemarin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Nagan Raya, Irfanda Rinadi,mengakui adanya kabut asap pekat yang terjadi sejak Subuh hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin. Menjelang siang, menurutnya, asap mulai hilang. “Asap itu mumcul karena arah angin ke laut,” ujarnya.

Irfanda juga mengungkapkan, dari tiga lokasi karhutla di Nagan Raya, Suak Puntong merupakan yang terparah dengan areal yang terbakar sekitar tujuh hektare. Untuk kebakaran lahan yang sebelumnya mendekati lokasi proyek PLTU 3-4 di Suak Puntong, menurutnya, kini sudah dibuatkan parit, sehingga api tidak menjalar ke PLTU tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved