Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tahun Ini, Pemerintah Aceh Subsidi Asuransi Padi 5.000 Ha, Baru Terpakai 1.000 Ha, Ayo Manfaatkan!

Menurut Ir Mukhlis, subsidi premi asuransi usaha tani padi di Aceh yang ditanggung Pemerintah Aceh 20 persen.

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
SERAMBI/HERIANTO
HT Ahmad Dadek saat masih menjabat Asisten II Setda Aceh, didampingi pejabat Kadistanbun dan Disperindag Aceh serta penyuluh pertanian, meninjau lokasi areal tanaman padi petani yang sudah puso atau mati kekeringan di Gampong Bueng Simek, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Senin (27/1). 

Menurut Ir Mukhlis, subsidi premi asuransi usaha tani padi di Aceh yang ditanggung Pemerintah Aceh 20 persen.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh tahun 2021 ini sudah menyediakan anggaran untuk subsidi premi asuransi usaha tani padi 5.000 hektare sawah. 

Kabid Penyuluhan Distanbun Aceh, Ir Mukhlis, menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambinews.com, Kamis (4/3/2021).  

Menurut Ir Mukhlis, subsidi premi asuransi usaha tani padi di Aceh yang ditanggung Pemerintah Aceh 20 persen.

Sedangkan sisanya ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. Artinya, petani tak perlu membayar sama sekali lagi premi asuransi ini. 

Kemudian jika terjadi puso (gagal panen) karena bencana alam, misalnya banjir atau kekeringan seperti ini, maka pengelola asuransi ini, yaitu PT Jasindo akan membaya ganti rugi Rp 6 juta per hektare. 

"Namun, hingga kini yang baru terpakai 1.000 hektare untuk tanaman padi di Kabupaten Pidie," kata Ir Mukhlis. 

Baca juga: VIDEO Mobil Wartawan Dilempar Kotoran dan Batu di Yerusalem

Baca juga: VIDEO Personel Gabungan Temukan 5 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

Baca juga: VIDEO VIRAL Pemuda Hampir Tumbuk Tim Medis karena Sakit saat Swab Tes, tapi Akhirnya Lucu

Sedangkan untuk petani yang jika sudah melebihi kuota Pemerintah Aceh ini, kata Mukhlis, bisa memanfaatkan subsidi ini secara mandiri, yakni preminya tetap ditanggung Pemerintah Pusat 80 persen. 

Tepatnya Rp 180 ribu per hektare. 

Sisanya 20 persen lagi atau Rp 36 ribu per hektare ditanggung petani atau pemilik sawah

Cara masuk asuransi usaha tani padi, yakni kelompok tani harus mendaftarkan tanaman padinya yang sudah ditanam 10 hari ke PT Jasindo.

Setelah mendaftar ke PT Jasindo, pihak PT Jasindo bersama kelompok tani dan Penyuluh Pertanian di Kecamatan, datang ke lokasi untuk mengukur dan memvideokan areal tanaman padi yang mau di asuransikan.

Ditanya apakah 1.744 hektare sawah yang kering di tujuh daerah di Aceh saat ini masuk program Asuransi, Mukhlis mengaku belum mendapat laporan terkait hal ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved