Rabu, 29 April 2026

Pembunuhan IRT di Lamjabat

Pelaku Pembunuhan Sadis di Lamjabat juga Tikam Anak dan Sepupu Korban

Mirisnya lagi, dari informasi yang diterima Serambinews.com,tersangka Putra Pratama yang kini ditahan di Polsek Ulee Lheue sempat membabi buta memukul

Penulis: Misran Asri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MISRAN ASRI
Kapolsek Ulee Lheue, Iptu Sujono (depan) ikut mengangkat jenazah Ramlah (35) ibu rumah tangga yang meninggal dunia akibat ditusuk pelaku Putra Pratama (21), Jumat (5/3/2021). 

Mirisnya lagi, dari informasi yang diterima Serambinews.com, tersangka Putra Pratama yang kini ditahan di Polsek Ulee Lheue sempat membabi buta memukul kedua anak-anak tersebut. Sebelum keduanya ikut ditikam menggunakan pisau dapur yang dibawa oleh tersangka dari rumahnya.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu rumah tangga, Ramlah (35) warga Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, juga menimpa anak seorang perempuan almarhumah, Safratin Nafiz (14) yang masih duduk di bangku MTsN.

Selain itu, sepupu Safratin Nafiz, yakni Alifah Imandan (12) yang kebetulan sedang berada di rumah almarhumah Ramlah, juga ikut menjadi korban penikaman yang dilakukan tersangka Putra Pratama (21).

Anak korban, Safratin Nafis ditikam di leher kiri bagian belakang.

Sementara Alifah Imandan, terkena tikaman di telinga bagian belakang kiri.

Mirisnya lagi, dari informasi yang diterima Serambinews.com, tersangka Putra Pratama yang kini ditahan di Polsek Ulee Lheue sempat membabi buta memukul kedua anak-anak tersebut.

Sebelum keduanya ikut ditikam menggunakan pisau dapur yang dibawa oleh tersangka dari rumahnya.

Baca juga: Kosong Selama Dua Pekan, Kini Dua Warga Lhokseumawe Kembali Terpapar Covid-19

Kehebohan dan pertolongan dari warga baru ada, saat melihat Safratin Nafiz ke luar rumah dalam keadaan bersimbah darah dan meminta bantuan dari warga.

Sementara korban Alifah Imandan, bersembunyi di belakang sebuah lemari di dalam rumah korban dengan dihantui perasaan ketakutan.

Pasalnya, tersangka Putra Pratama masih berputar-putar di dalam rumah korban dengan posisi pisau masih di tangan dan berlumuran darah korban.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Safratin Nafiz dan Alifah Imandan yang diwawancarai khusus oleh Serambinews.com.

Alifah sendiri tidak mampu mengungkapkan banyak, detik-detik mengerikan yang dilakukan oleh tersangka Putra Pratama yang sudah dikuasai setan itu saat menghujami pisau di tangannya itu bertubi-tubi ke dada Ramlah.

"Pertama saya lihat ditusuk Nafis, lalu dia mengejar saya dan memukul saya dan menusuk ke bagian telinga saya," ungkap Alifah terbata-bata.

Setelah tersangka menikam dirinya, detik yang paling menyedihkan pelaku bertemu dengan Ramlah, yang sedang memasak dan mendengar teriakan lalu bergegas ke luar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved