Berita Luar Negeri
Banyak Warga Rusia Percaya Covid-19 Adalah Senjata Biologis
Setelah setahun pandemi berlangsung, ternyata masih banyak orang Rusia yang percaya bahwa virus corona sengaja diciptakan sebagai senjata biologis
SERAMBINEWS.COM - Setelah satu tahun pandemi berlangsung, ternyata masih banyak orang yang percaya bahwa virus corona sengaja diciptakan sebagai senjata biologis.
Survei terbaru di Rusia menunjukkan lebih dari 60% respondennya meyakini hal tersebut.
Jajak pendapat terbaru di Rusia menunjukkan bahwa hampir dua pertiga orang Rusia tidak bersedia menerima vaksin Sputnik V, yang merupakan buatan dalam negeri.
Tidak hanya itu, banyak orang Rusia yang meyakini bahwa virus corona merupakan senjata biologis.
The Levada Center, sebuah lembaga jajak pendapat nonpemerintah dan organisasi penelitian sosiologis Rusia pada hari Senin (1/3/2021) merilis hasil penelitian mereka yang dilakukan bulan lalu.
Jajak pendapat yang dilakukan Levada mencakup 1.601 orang responden yang berasal dari 50 wilayah berebeda di seluruh penjuru Rusia.
Baca juga: Beredar Video Abusyik Minta Maaf di Media Sosial, Sebelumnya Viral Virus Corona Senjata Biologis
Dikutip dari Reuters, jajak pendapat Levada menunjukkan bahwa 62% orang tidak ingin menerima vaksin Sputnik V buatan dalam negeri.
Mayoritas penolak ada di rentang usia antara 18 hingga 24 tahun.
Dilaporkan bahwa mayoritas responden meragukan vaksin Sputnik V karena adanya efek samping seperti demam dan kelelahan yang muncul pasca vaksinasi.
Selain meragukan khasiat Sputnik V, sebanyak 64% responden juga masih percaya bahwa virus corona yang menyebar ke seluruh dunia saat ini merupakan senjata biologis.
Keyakinan mengenai status virus corona sebagai senjata biologis cukup dominan di Rusia, terutama di masyarakat usia 40 hingga 54 tahun.
Baca juga: China dan Korsel Bongkar AS Miliki Lab Senjata Biologis di Berbagai Negara, Penghasil Virus Corona?
Survei menunjukkan 71% di antara mereka benar-benar yakin akan teori tersebut. Sementara hanya 23% yang percaya bahwa virus memang muncul secara alami.
WHO sendiri telah mengirim tim peneliti khusus ke Wuhan untuk menyelidiki asal-usul virus.
Hipotesis utamanya adalah bahwa virus itu berasal dari kelelawar.
Ada juga beberapa kemungkinan skenario bagaimana virus itu menular ke manusia, mungkin pertama dengan menginfeksi spesies hewan lain.
Baca juga: Warga AS Dapat BLT Rp 20 Juta, Pengangguran Rp 4,2 Juta per Minggu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kota-moskow-rusia.jpg)