Breaking News:

Internasional

Turki Siap Normalisasi Hubungan dengan Mesir dan Negara Teluk

Pemerintah Turki siap menormalisasi hubungan dengan Mesir dan negara-negara Teluk. Hal itu menyusul perselisihan mengenai dukungan Ankara untuk pemeri

Anadolu Agency
Ambisi Masuk di Jajaran Kekuatan MILITER DUNIA, Program Lima Tahun Angkatan Laut Turki 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pemerintah Turki siap menormalisasi hubungan dengan Mesir dan negara-negara Teluk.

Hal itu menyusul perselisihan mengenai dukungan Ankara untuk pemerintah yang berakar ekstremis.

Seperti dilansir harian bisnis Bloomberg pada Senin (8/3/2021).

Turki telah menunjukkan dukungan kepada Qatar selama perselisihan regional, serta Ikhwanul Muslimin.

Setelah mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi digulingkan pada 2013.

Baca juga: Mesir Membantah Klaim Turki Atas Perundingan Eksplorasi Migas di Mediterania Timur

Arab Saudi memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar hitam sebagai organisasi teroris pada Mei 2014.

Dalam sebuah dekrit kerajaan yang melarang keanggotaan kelompok tersebut, bersama dengan segala bentuk dukungan atau simpati kepada mereka yang diungkapkan "melalui pidato atau tulisan."

"Sebuah babak baru dapat dibuka, halaman baru dapat diubah dalam hubungan kami dengan Mesir serta negara-negara Teluk lainnya.

Baca juga: Turki Siap Buat Perjanjian Eksplorasi Migas dengan Mesir, Jika Ketegangan Mereda

Untuk membantu perdamaian dan stabilitas kawasan, kata Juru Bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Ibrahim Kalin kepada Bloomberg.

Hubungan Ankara dengan Mesir memburuk setelah terpilihnya Presiden Abdel Fattah El-Sisi sebagai presiden republik pada 2013.

“Mesir adalah negara penting di dunia Arab, maksud saya masih menjadi otak dunia Arab, jantung dunia Arab. Mesir sedang bergumul dengan masalah ekonomi, dengan masalah keamanan yang kami pahami sepenuhnya, ”katanya.

Baca juga: Turki Kutuk Kekuatan Militer yang Menewaskan Sipil di Myanmar, Stop Kekerasan Terhadap Pendemo!

Dia menambahkan pembicaraan antara kedua negara dapat membantu hubungan bilateral dan masalah regional mereka.

Lebih lanjut dia mengatakan Ankara tertarik untuk berbicara dengan Mesir tentang masalah maritim, masalah Palestina, krisis Libya serta masalah lainnya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved