Breaking News:

Berita Luar Negeri

Tegas! Presiden Filipina Duterte Pecat Duta Besar yang Lakukan Kekerasan pada Pembantu Rumah Tangga

Duterte memecat Duta Besar Filipina di Brasil, setelah rekaman video memperlihatkan duta besar melakukan kekerasan pada seorang pekerja rumah tangga.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
Bullit Marquez
Duterte dengan senapan serbu di tangan - Tegas! Presiden Filipina Duterte Pecat Duta Besar Karena Melakukan Kekerasan pada Pembantu Rumah Tangga 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Filipina Duterte memecat atau memberhentikan duta besar karena melakukan kekerasan pada pembantu rumah tangga.

Melansir dari Anadolu Agency (2/3/2021) Duterte memecat Duta Besar Filipina di Brasil, setelah rekaman video memperlihatkan duta besar melakukan kekerasan pada seorang pekerja rumah tangga di rumahnya.

Presiden Filipina dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Duta Besar Filipina untuk Brasilia, Marichu Mauro diberhentikan dari jabatannya.

Menyatakan bahwa Mauro diberhentikan dan ia tidak akan mendapatkan uang pensiun.

Mauro pula tidak dapat bekerja lagi pada sektor publik.

Duta Besar Filipina untuk Brasilia, Marichu Mauro sebelumnya telah dipanggil kembali ke negaranya pada Oktober 2020.

Setelah video kekerasan yang memperlihatkan dirinya sedang melakukan kekerasan terhadap seorang pembantu rumah tangga berkewarganegaraan Filipina di rumahnya.

Baca juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Kembali Jadi Sorotan, Perintahkan Tembak Mati Pemberontak Komunis

Baca juga: Filipina Lancarkan Perang Melawan Komunis, Duterte: Lupakan HAM, Itu Perintah Saya

Baca juga: Duka Keluarga Ibu dan Anak yang Ditembak Mati oleh Polisi Filipina, Salahkan Presiden Duterte

Kementerian Luar Negeri Filipina mengumumkan melakukan penyelidikan terhadap video yang tersebar itu serta perempuan yang menerima penganiayaan dibawa kembali ke Filipina.

Video kekerasan Mauro melakukan penganiayaan pada pembantu rumah tangga dengan cara menarik rambut dan telinganya diberitakan luas oleh pers Brasil.

Melansir dari ABS CBN (2/3/2021) empat bulan setelah berita tentang penganiayaan terhadap seorang pembantu rumah tangga di Brasil, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan keputusan untuk memecat duta besar Marichu Mauro secara permanen.

"Saya menandatangani dokumen yang menegaskan keputusan yang menjatuhkan hukuman pemecatan dengan denda tambahan berupa pencabutan tunjangan pensiun tidak mengizinkan bekerja di layanan publik," kata Presiden.

Baca juga: Gadis SMA Dirudapaksa oleh Pacarnya, Teriak Minta Tolong Tapi Tak Terdengar Gegara Musik Keras

Dalam wawancara ekslusif dengan korban kekerasan Mauro, berinisial 'Amy' mengaku bersyukur atas keputusan Duterte.

“Mungkin saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya. Saya juga berterima kasih kepada Presiden,” ujarnya.

Baca juga: Dipanggil tak Menyahut, Ayah Intip Anak dari Lubang Pintu Kamar, Terkejut Lihat Putrinya

Baca juga: Duterte Kembali Desak Penerapan Hukuman Suntik Mati Bagi Pelaku Kejahatan Narkoba

Amy mulai kerja pada Mauro pada tahun 2018, setelah dirinya diundang untuk bekerja di Brasil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved