Breaking News:

Salam

Banyak Oknum PNS Bermasalah, Kenapa?

Kemarin harian ini menjadikan berita pembakaran Kantor Bupati Bireuen oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS)

Editor: hasyim
For Serambinews.com
Kanit Identifikasi Polres Bireuen, Senin (08/03/2021) sedang meneliti penyebab kebakaran di gedung Kantor Bupati Bireuen. 

Kemarin harian ini menjadikan berita pembakaran Kantor Bupati Bireuen oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS) sebagai berita utama halaman depan. Kemudian, di halaman lain ada sejumlah berita terkait dengan kejahatan mesum, dan narkoba yang juga melibatkan PNS.

Kebakaran Kantor Bupati Bireuen awalnya diduga karena korsleting listrik. Lokasi yang terbakar adalah ruangan penyimpanan dokumen milik Bappeda Bireuen. Ruangan itu berada di sudut lantai tiga gedung tersebut yang bersebelahan dengan ruangan bendahara Bappeda setempat. Api juga sempat membakar salah satu ruangan di lantai dua milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan, dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen.

Setelah api padam, polisi memeriksa semua CCTV yang ada di area gedung tersebut. Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria membawa botol yang diduga berisi BBM jenis bensin. Lalu, BBM tersebut disiramkan ke tumpukan kertas yang ada pada salah satu ruangan di lantai tiga. Tak lama kemudian, pria itu menyalakan pemantik api dan langsung membakar tumpukan kertas (dokumen) tersebut.

Pria itu dikenali sebagai mantan pegawai Bappeda yang sudah dipindahkan ke Kantor Camat Jeunieb. Dua jam kemudian polisi menangkap tersangka tak jauh dari kediamannya di Kecamatan Kuala, Bireuen.

Kepada polisi sang tersangka mengaku sehari sebelumnya ia mencuri sejumlah barang di Kantor Bappeda Bireuen. Setelah mencuri, tersangka mengaku takut ketahuan karena di tempat tersebut terpasang CCTV.  Malamnya tersangka menyiapkan bensin untuk membakar kantor tersebut. Tujuannya, melenyapkan jejak kasus pencurian yang ia lakukan. Sebagian barang milik Bappeda Bireuen yang hilang sehari sebelumnya antara lain laptop, hard disk, dan kamera, ikut diamankan polisi dari rumah pelaku. Dalam wawancara dengan wartawan, tersangka mengaku terpaksa mencuri karena kesulitan keuangan.

Berita lainnya, di Banda Aceh, seorang PNS asal Aceh Besar dicambuk 20 kali karena beberapa waktu lalu tertangkap sedang bermesum dengan wanita bersuami asal Sabang di kawasan pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Pencambukan berlangsung  di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Senin (8/3/2021).

Lalu, hampir setiap hari pula masyarakat membaca berita tentang oknum-oknum PNS yang ditangkap karena pesta narkoba, mengedar narkoba, terlibat korupsi, dan sebagainya. Secara umum, semua kenyataan itu mengindikasikan adanya degradasi moral di lingkungan birokrasi.

Penyebabnya bisa jadi karena narkoba atau gaya hidup yang telanjur tak sesuai pendapatan. Makanya, dalam kasus pembakaran Kantor Bupati Bireuen itu pelakunya perlu juga dites narkoba.

Ironinya lagi, kasus-kasus kejahatan yang melibatkan oknum PNS itu justru terjadi di tengah banyaknya sorotan publik tentang produktivitas pegawai negeri. Seorang pengamat menulis, “Dalam kacamata masyarakat luas, PNS memiliki stigma tak bagus lantaran kurang produktif, kurang kompeten, dan malas bekerja meskipun berbagai upaya dan wacana dilakukan untuk mendongkrak kinerja para PNS semisal perampingan struktur birokrasi, sistem pensiun diperpendek, penggunaan sistem daring dalam pekerjaan sesuai tupoksinya dan lain sebagainya.”

Kita ingin menggarisbawahi bahwa kurang produktif yang dimaksud adalah kurang melayani. Sebab, PNS atau kini disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) tugas utamanya adalah memberi pelayanan dasar kepada masyarakat. Antara lain, layanan bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya.

Oleh sebab itulah, ketika banyak PNS atau ASN terlibat kasus-kasus kejahatan, tentu mental melayaninya harus kita pertanyakan.

Sistem rekruitmen dan manajemen pagai negeri memang sering dipersoalkan setiap kali berbicara mengenai kinerja birokrasi. Karena itu, terkait dengan banyaknya kasus kejahatan, kita juga ikut mempertanyakan sistem pembinaan moral di lingkungan pegawai negeri. Jangan-jangan kurang intensif atau malah mulai terabaikan?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved