Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Internasional

Arab Saudi Pantau Konflik di Myanmar, Prihatinkan Penderitaan Minoritas Muslim Rohingya

Kerajaan Arab Saudi terus mengikuti penderitaan minoritas Muslim Rohingya dan minoritas lainnya di Myanmar dengan perhatian besar.

Editor: M Nur Pakar
AFP/MUNIR UZ ZAMAN
Tentara mendata pengungsi Rohingya yang hendak naik ke kapal Angkatan Laut Bangladesh di Chittagong, Sabtu 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kerajaan Arab Saudi terus mengikuti penderitaan minoritas Muslim Rohingya dan minoritas lainnya di Myanmar dengan perhatian besar.

Komentar tersebut dibuat selama pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dengan Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar Tom Andrews pada Kamis (11/3/2021).

“Situasi minoritas Rohingya adalah salah satu masalah terpenting yang mendapat perhatian besar Kerajaan,” kata Mohannad Al-Basrawi, kepala departemen hak asasi manusia dari delegasi tetap PBB di Jenewa.

"Hari ini saya mendesak pembentukan Koalisi darurat untuk Rakyat Myanmar untuk segera mengambil tindakan terkoordinasi," ujarnya.

Baca juga: Jepang dan Badan Pengungsi PBB Sepakat Donasi 10 Juta Dolar Bantu Pengungsi Muslim Rohingya

"Termasuk memutus aliran pendapatan dan senjata ke junta militer, di antara langkah-langkah lainnya," tambahnya.

Arab Saudi meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan kekerasan terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Al-Basrawi menyatakan keprihatinannya atas laporan pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

Termasuk penangkapan sewenang-wenang, penggunaan kekerasan yang berlebihan terhadap warga sipil, dan pembunuhan.

Baca juga: Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Huni Shelter Baru

Dia juga prihatin atas keterlambatan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terkena dampak konflik.

Al-Basrawi memperbarui seruan Kerajaan untuk mengintensifkan upaya internasional untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

Sengan mengatasi akar penyebab konflik sambil menciptakan kondisi untuk pemulangan yang aman, sukarela dan bermartabat dari semua orang yang mengungsi karena konflik.(*)

Baca juga: Kapal Pengungsi Rohingya Terapung-apung Seminggu Lebih di Laut Andaman, PBB Minta Bantuan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved