Breaking News:

Berita Luar Negeri

Bocah Muslim Diserang Membabi Buta Karena Kehausan dan Minum di Sebuah Kuil Hindu

seorang pria Hindu ditangkap pada hari Sabtu (13/3/2021) setelah menyerang secara membabi buta seorang bocah muslim.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
Facebook / Mainak Sharma
Seorang pria Hindu ditangkap pada hari Sabtu (13/3/2021) setelah menyerang secara membabi buta seorang bocah muslim. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pria Hindu ditangkap pada hari Sabtu (13/3/2021) setelah menyerang secara membabi buta seorang bocah muslim.

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (14/3/2021) bocah ini diserang karena minum air di sebuah kuil di Ibu Kota India, New Delhi.

Penyerangan itu dilakukan tepatnya di Ghaziabad, yakni sebuah kota di negara bagian utara Uttar Pradesh, 33 Km dari Ibu Kota.

Pelaku penganiayaan bernama Shringi Nandan Yadav ditangkap setelah video pemukulan itu tersebar luas di media sosial.

Video memperlihatkan Yadav bertanya nama korban, setelah menjawab namanya ada Asif, pelaku langsung menyerang tanpa ampun sampai korban jatuh.

“Kami telah menangkap satu orang setelah video tersebut menjadi viral di media sosial.

"Kami sedang menyelidiki untuk mencari tahu alasan yang tepat untuk perilaku tersebut, ”kata Varun Kumar, petugas hubungan masyarakat Kepolisian Ghaziabad, kepada Anadolu Agency.

Baca juga: Kreatif, Bawa Sepeda Motor Sendirian, Ibu Hamil Ini Tulis Peringatan Hati-Hati, Seperti Ini Isinya

Baca juga: Nissa Sabyan Muncul Berlinang Air Mata Pasca Isu Selingkuh: Khilafku Merelakan yang Kugenggam

Baca juga: Pria Ini Tewas Usai Duel dengan Suami Mantan Istrinya, Korban Ditusuk di Dada, Berawal Jemput Anak

Baca juga: Polda Aceh Sudah Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Pulau Bunta Aceh Besar

Kekerasan terhadap Muslim dan komunitas minoritas lainnya sering terjadi di India sejak Partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, berkuasa pada tahun 2014.

“Serangan terus berlanjut terhadap minoritas, terutama Muslim.

"Bahkan pihak berwenang gagal mengambil tindakan terhadap para pemimpin BJP yang memfitnah Muslim dan pendukung BJP yang terlibat dalam kekerasan,” kata Human Rights Watch (HRW) dalam Laporan Dunia 2021.

Kejadian yang sangat mengejutkan adalah kekerasan komunal yang meletus di New Delhi Februari lalu.

Setidaknya 53 orang tewas sebagian besar dari mereka Muslim dan lebih dari 200 orang terluka.

Harta benda hancur, dan komunitas mengungsi dalam serangan yang ditargetkan oleh gerombolan Hindu, menurut HRW.

Baca juga: Gunung Emas di Kongo, Ternyata Berton-ton Logam Mulia tak Dilaporkan Hingga Diselundupkan

"Laporan bulan Juli oleh Komisi Minoritas Delhi mengatakan kekerasan di Delhi direncanakan dan ditargetkan.

"Selain itu ditemukan bahwa polisi yang melakukan penyelidikan terhadap kasus terhadap korban Muslim tidak mengambil tindakan terhadap para pemimpin BJP yang menghasutnya," laporan dari HRW.

Baca juga: Detik-detik 30 Anggota KKB Papua Sandera Pilot Susi Air, Ditodong Senjata, Dilarang Bawa TNI-Polri

Awal bulan Maret, pengawas Amerika Freedom House menurunkan status India dari negara "bebas" menjadi negara "sebagian bebas".

Laporan kelompok Kebebasan di Dunia mencatat "meningkatnya kekerasan dan kebijakan diskriminatif yang mempengaruhi populasi Muslim" di India.

Baca juga: Ketahuan Bercinta Dalam Mobil, Pemuda Tabrak Tiang Listrik Hingga Polisi Tersangkut di Atap Mobil

Ini juga menyoroti "tindakan keras terhadap ekspresi perbedaan pendapat oleh media, akademisi, kelompok masyarakat sipil, dan pengunjuk rasa" selama masa jabatan Perdana Menteri Modi. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: BERITA POPULER - UAS Tiba di Lhokseumawe, Harga Emas Turun hingga Pembunuhan Sadis di Lamjabat

Baca juga: BERITA POPULER – Kapal Tanker Melayang, Bohong Soal Kehamilan Hingga AHY Dikabarkan Maju Pilpres

Baca juga: BERITA POPULER: Istri TNI Selingkuh, Pria Ditempeleng Ibu Saat Akad hingga Prabowo Borong Jet Tempur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved